Tragedi Bekasi: 19 Rumah dan 12 Orang Luka Bakar Parah, Kebakaran SPBE Cimuning Akhirnya Padam

Kebakaran di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning di Mustika Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, akhirnya berhasil dipadamkan setelah hampir 7 jam berkobar.  (Foto: Tangkapan layar video)
Editor: Dinar Kencana

 
GEBRAK.ID; BEKASI – Api yang melalap Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning di Mustika Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, akhirnya berhasil dipadamkan setelah hampir 7 jam berkobar. 

Kebakaran yang terjadi sejak Rabu (1/4/2026) pukul 21.30 WIB ini baru dapat dijinakkan pada pukul 03.45 WIB Kamis (2/4/2026). Namun, tragedi ini menyisakan duka dan kerugian besar.

Plt Kadis Damkar Kota Bekasi, Heryanto, menduga api dipicu oleh kebocoran gas saat proses pengisian tabung. "Diduga sementara dari kebocoran gas dari tabung utama," ujarnya kepada wartawan.

19 Rumah dan 2 Kios Ludes

Bukan hanya gudang gas yang hangus, api yang membesar dengan cepat merembet ke permukiman warga di sekitarnya. Sedikitnya 19 rumah warga dan 2 kios turut menjadi korban.

- 15 rumah tinggal di RT02/RW003
- 4 rumah tinggal lainnya di wilayah yang sama
- 2 kios di RT01/RW003

12 Orang Luka Bakar Serius, Kondisi Kritis!

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Kusumo Wahyu Bintoro, mengungkapkan bahwa hingga saat ini tercatat 12 orang mengalami luka bakar parah. Para korban tersebar di beberapa rumah sakit dan masih dalam perawatan intensif.

"Sementara ini data di kami ada 12 korban, tersebar di beberapa rumah sakit. Korban mengalami luka bakar cukup serius, antara 60-70 persen. Ada dari warga, ada juga karyawan," jelas Kusumo.

12 Unit Damkar Dikerahkan

Pemadaman berlangsung dramatis. Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bekasi mengerahkan 12 unit mobil pemadam untuk menjinakkan kobaran api yang disertai ledakan-ledakan kecil. Suasana mencekam sempat menyelimuti kawasan perumahan padat tersebut, memaksa warga berhamburan menyelamatkan diri.

Imbauan dan Penyelidikan

Pihak kepolisian masih terus melakukan pendataan korban dan kerugian materiil. "Mudah-mudahan jangan sampai ada korban jiwa. Kami masih mendata semua," ujar Kusumo.

Insiden ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pengelola SPBE dan sektor industri sejenis untuk mengutamakan standar keselamatan kerja (K3). Kebocoran gas di kawasan pemukiman padat berpotensi menimbulkan bencana serupa yang jauh lebih besar jika tidak dicegah sejak dini.

(Berbagai Sumber)


Posting Komentar untuk "Tragedi Bekasi: 19 Rumah dan 12 Orang Luka Bakar Parah, Kebakaran SPBE Cimuning Akhirnya Padam"