GEBRAK.ID; BATAM — Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat capaian membanggakan di sektor pendidikan. Melalui kolaborasi erat antara pemerintah pusat dan daerah, kualitas layanan pendidikan di wilayah tersebut mengalami peningkatan signifikan, bahkan turut mendorong Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kepri masuk tiga besar nasional.
Capaian tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti saat menyerahkan bantuan revitalisasi satuan pendidikan tahun 2026 di SMA Negeri 1 Batam, Kepulauan Riau, Selasa (12/5/2026).
Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyangnyang Haris Pratamura, menyebut pendidikan menjadi investasi paling penting dalam membangun masa depan daerah dan bangsa.
Ia mengungkapkan, IPM Kepri tahun 2025 berhasil naik menjadi 80,53 atau meningkat 0,18 poin dibanding tahun sebelumnya. Angka tersebut menempatkan Kepri di posisi tiga besar nasional.
“Lingkungan belajar yang baik berpengaruh besar terhadap semangat murid. Melalui program revitalisasi ini, kami ingin seluruh satuan pendidikan di Kepulauan Riau menjadi tempat yang aman dan nyaman agar murid dapat belajar dengan bahagia,” ujar Nyangnyang.
Sekolah tak Lagi Sekadar Bangunan
Program revitalisasi sekolah menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kepri.
Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, Warsita, mengatakan antusiasme daerah terhadap program revitalisasi sekolah tahun 2026 sangat tinggi.
Menurutnya, lebih dari separuh usulan bantuan revitalisasi dari berbagai daerah di Kepri telah dinyatakan layak menerima bantuan.
“Revitalisasi bukan sekadar memperbaiki bangunan. Ini adalah cara negara menghadirkan ruang belajar yang bermakna. Anak-anak belajar lebih tenang, guru mengajar lebih optimal, dan sekolah menjadi pusat layanan pendidikan yang layak bagi semua,” kata Warsita.
Program revitalisasi mencakup berbagai jenjang pendidikan mulai dari PAUD hingga SMP, sementara verifikasi bantuan untuk SMA dan SMK masih dalam tahap finalisasi.
Selain memperbaiki fasilitas fisik sekolah, pemerintah juga menyiapkan sistem pendidikan yang lebih inklusif dan berkeadilan.
Warsita mengungkapkan seluruh pemerintah daerah di Kepri telah merampungkan petunjuk teknis Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. “Seluruh delapan pemerintah daerah di Kepri sudah siap 100 persen untuk pelaksanaan SPMB,” ujarnya.
Batam Masih Hadapi Sekolah Tiga Shift
Meski capaian pendidikan terus meningkat, sejumlah daerah di Kepri masih menghadapi tantangan keterbatasan ruang belajar.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, mengungkapkan beberapa sekolah masih menerapkan sistem belajar tiga shift akibat kekurangan ruang kelas.
Salah satunya terjadi di SD Negeri 001 Sungai Beduk.
Menurut Hendri, kunjungan langsung Mendikdasmen menjadi momentum penting karena pemerintah pusat dapat melihat langsung kondisi di lapangan.
“Saya sangat berterima kasih. Pak Menteri melihat langsung kondisi di lapangan dan memutuskan untuk mengubah pola bantuan, dari yang awalnya hanya rehabilitasi menjadi pembangunan Ruang Kelas Baru,” ujarnya.
Hendri menilai langkah tersebut akan sangat membantu meningkatkan kenyamanan belajar siswa dan motivasi guru di sekolah.
Digitalisasi Pendidikan Terus Diperkuat
Selain pembangunan infrastruktur sekolah, pemerintah juga terus memperkuat digitalisasi pendidikan di Kepulauan Riau.
Hingga 2025, ribuan sekolah di Kepri telah menerima bantuan perangkat digital untuk mendukung proses pembelajaran.
Namun pada 2026, fokus kebijakan tidak lagi sekadar distribusi alat, melainkan memastikan pemanfaatannya berjalan maksimal.
“Yang belum mendapat tetap menjadi prioritas pemerataan, sementara yang sudah mendapat diperkuat pelatihannya agar kualitas pembelajaran benar-benar meningkat,” jelas Warsita.
Transformasi digital dinilai penting untuk memperluas akses pembelajaran modern sekaligus meningkatkan kompetensi guru dan siswa menghadapi tantangan masa depan.
Pendidikan Bermutu Dimulai dari Memuliakan Murid
Dalam kunjungannya, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa seluruh program pendidikan sejatinya bermuara pada satu tujuan utama, yakni memuliakan murid.
Menurutnya, pendidikan yang berkualitas bukan hanya soal gedung megah atau teknologi canggih, tetapi juga bagaimana sekolah mampu menghadirkan lingkungan belajar yang manusiawi dan membahagiakan.
“Kata kunci dalam pendidikan itu adalah memuliakan. Kita harus memuliakan ilmu, memuliakan guru, dan yang paling utama adalah memuliakan murid-murid kita,” tegas Mendikdasmen Abdul Mu’ti.
(Sumber: Humas Kemendikdasmen)
