![]() |
| Ilustrasi infostealer malware. (Foto: Gebrak.id/AI) |
Editor: Dinar Kencana
GEBRAK.ID; JAKARTA – Sepanjang tahun 2025, tercatat lebih dari 2,8 miliar kata sandi dan data login pengguna internet dicuri oleh peretas. Jumlah ini sangat besar dan mengancam keamanan akun digital masyarakat.
Laporan dari perusahaan keamanan siber, KELA, yang dirilis pada awal Mei 2026, mengungkap data tersebut. Pencurian tidak hanya berupa kata sandi, tetapi juga "cookie sesi" yang bisa digunakan penjahat untuk membobol akun yang sudah dilindungi verifikasi dua langkah (2FA).
Infostealer: Malware Paling Banyak Digunakan
Modus utama yang dipakai peretas adalah menyebarkan malware pencuri data (disebut infostealer). Dari Januari hingga Desember 2025, KELA menemukan sekitar 3,9 juta perangkat di dunia terinfeksi malware jenis ini.
Infostealer bekerja dengan menyusup ke komputer atau ponsel korban, lalu mencuri data sensitif seperti:
· Kata sandi yang tersimpan
· Token login otomatis
· Data akun penting lainnya
Yang mengejutkan, serangan tidak hanya menyasar perangkat Windows. Serangan pada perangkat Apple (macOS) melonjak drastis dari kurang dari 1.000 kasus di 2024 menjadi lebih dari 70.000 kasus di 2025.
Trik Licik yang Sering Digunakan Peretas
Penjahat siber tidak perlu meretas server besar. Mereka lebih suka menjebak pengguna langsung. Berikut modus yang paling umum:
1. Email dan pesan palsu (phishing) yang dibuat meyakinkan, seringkali dibantu kecerdasan buatan (AI).
2. Mengelabui korban agar menjalankan sendiri file berbahaya, seolah-olah itu perintah biasa.
3. Iklan dan tautan berbahaya di hasil pencarian Google yang mengarah ke situs palsu.
4. Menyusupi pembaruan palsu dari browser atau software yang biasa dipakai.
5. Menyebar melalui aplikasi bajakan atau software ilegal yang "gratis".
Cara Melindungi Diri
Agar tidak menjadi korban, lakukan langkah-langkah sederhana berikut:
· Perbarui semua software dan sistem operasi ke versi terbaru.
· Jangan pernah mengklik tautan atau membuka lampiran dari email/pesan mencurigakan.
· Gunakan pengelola kata sandi (password manager) agar setiap akun punya kata sandi berbeda dan kuat.
· Aktifkan verifikasi dua langkah (2FA) di semua akun yang mendukung.
Dengan kewaspadaan sederhana, risiko data pribadi dicuri bisa dikurangi secara signifikan.
(berbagai sumber)

Posting Komentar untuk "Waspada! Lebih dari 2,8 Miliar Kata Sandi Bocor Sepanjang 2025, Pelaku Pakai Trik Ini"