![]() |
| Pemerintah menargetkan 10 ruas tol baru beroperasi fungsional saat Nataru 2026/2027 guna memperlancar arus mudik dan logistik nasional. ( Foto: Gebrak. id) |
Editor: Dinar Kencana
GEBRAK.ID, JAKARTA– Pemerintah menargetkan sebanyak 10 ruas jalan tol baru dapat difungsikan secara sementara selama periode libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru). Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan arus kendaraan sekaligus meningkatkan konektivitas di berbagai wilayah Indonesia.
Target tersebut disampaikan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berdasarkan progres pembangunan yang saat ini masih berlangsung. Seluruh ruas ditargetkan menyelesaikan konstruksi pada akhir 2026 sehingga bisa dimanfaatkan secara fungsional ketika puncak arus liburan.
Kepala BPJT, Ni Komang Rasminiati, mengatakan pihaknya terus mengawasi percepatan pembangunan agar target tersebut dapat tercapai sesuai jadwal.
"Harapannya dapat diselesaikan di akhir 2026 dan difungsionalkan untuk menunjang pergerakan lalu lintas saat Nataru," ujarnya.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan pembangunan jalan tol bukan hanya bertujuan mempercepat mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah, menekan biaya logistik, serta memperkuat konektivitas antarwilayah.
Daftar 10 ruas tol yang ditargetkan beroperasi fungsional
Berdasarkan data Kementerian PU, terdapat sekitar 10 ruas jalan tol dengan total panjang sekitar 201 kilometer yang diproyeksikan dapat digunakan secara fungsional pada Nataru 2026/2027, yakni:
Sigli–Banda Aceh Seksi 1 (Padang Tiji–Seulimeum)
Palembang–Betung Seksi 1–4 (Kramasan–Pulau Rimo)
Probolinggo–Banyuwangi Seksi 3 (Paiton–Besuki)
Serang–Panimbang Seksi 2 (Rangkasbitung–Cileles)
Jakarta–Cikampek II Selatan Seksi 6 (Kutanegara–Sadang)
Solo–Yogyakarta–YIA Kulon Progo Seksi Klaten–Purwomartani
Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap Seksi Gedebage–Garut Utara
Kediri–Tulungagung yang menjadi akses menuju Bandara Dhoho
Binjai–Langsa lanjutan pembangunan di Sumatera Utara–Aceh
Ruas pendukung jaringan Jalan Tol Trans Sumatera yang ditargetkan rampung pada akhir 2026.
Beberapa ruas nantinya akan dibuka secara terbatas dengan skema operasional tertentu, misalnya hanya untuk kendaraan Golongan I atau menggunakan satu jalur terlebih dahulu. Kebijakan tersebut akan disesuaikan dengan tingkat kesiapan konstruksi dan hasil uji kelayakan sebelum dioperasikan.
Diharapkan kurangi kemacetan saat liburan
Pengoperasian fungsional ruas-ruas baru tersebut diharapkan mampu mengurangi kepadatan di jalan nasional maupun jalan tol eksisting, terutama pada koridor Trans Jawa dan Trans Sumatera yang setiap musim liburan mengalami peningkatan volume kendaraan.
Selain mempercepat waktu tempuh masyarakat, tambahan ruas tol juga diharapkan memperlancar distribusi barang dan memperkuat konektivitas menuju kawasan industri, pelabuhan, bandara, serta destinasi pariwisata.
Meski demikian, pemerintah menegaskan seluruh ruas hanya akan dibuka apabila telah memenuhi aspek keselamatan, kelayakan operasional, serta memperoleh rekomendasi dari pihak terkait sebelum digunakan masyarakat selama periode Nataru 2026/2027.
( berbagai sumber)
