![]() |
| Bandara Husein Sastranegara kembali beroperasi pada 17 September 2026 mendatang. ( Foto: Wikipedia) |
Editor: Yogi Ardhi
GEBRAK.ID,JAKART – PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports menargetkan Bandara Husein Sastranegara Bandung kembali beroperasi penuh pada 17 September 2026. Kepastian ini tertuang dalam Surat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Nomor AU.102/1/8/DRJU.DAU/2026 .
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, menegaskan bahwa kesiapan bandara telah melalui tahapan kunjungan dan evaluasi. Salah satu langkah strategis yang akan dilakukan adalah peningkatan status Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) dari kategori 5 menjadi kategori 7.
Persiapan Matang untuk Sambut Pesawat Jet
Bandara Husein Sastranegara tidak hanya akan melayani pesawat propeller, tetapi juga pesawat jet komersial untuk rute domestik dan internasional. Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R. Pahlevi, menyatakan bahwa pihaknya telah membentuk Tim Operational Readiness Activation and Transition (ORAT) untuk memastikan semua aspek keselamatan, keamanan, dan pelayanan memenuhi standar.
"Persiapan yang dilakukan mengacu kepada Surat Dirjen Perhubungan Udara, di mana ditekankan aspek keamanan, keselamatan dan pelayanan harus memenuhi persyaratan agar optimalisasi berjalan baik dan lancar," ujar Pahlevi dalam keterangan resminya.
Beberapa persiapan teknis yang dilakukan antara lain:
· Peningkatan Aspek Keselamatan: Penambahan kendaraan siaga pemadam seperti Foam Tender dan peningkatan kapasitas PKP-PK .
· Penambahan Personel Keamanan: Peningkatan jumlah personel Aviation Security (Avsec) serta penambahan perangkat detektor logam dan CCTV .
· Revitalisasi Infrastruktur: Pelapisan ulang (overlay) landas pacu untuk mendukung beban pesawat jet, serta perapian terminal penumpang domestik dan internasional .
Target Penumpang dan Dampak Ekonomi
Pada tahap awal operasional (Juli-September 2026), Bandara Husein diproyeksikan melayani sekitar 3.000 penumpang per hari. Jumlah ini masih jauh di bawah masa kejayaannya yang pernah mencapai 10.000 hingga 12.000 penumpang per hari.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Bandung tengah fokus pada penyiapan infrastruktur pendukung, seperti perbaikan akses jalan, penerangan jalan umum (PJU), dan fasilitas parkir di sekitar bandara . Pihaknya menargetkan mulai Agustus 2026, pesawat jet seperti Boeing 737-500 dan Airbus A320 sudah dapat beroperasi.
"Keberadaan kembali bandara internasional di Kota Bandung dapat memperkuat daya saing daerah, meningkatkan sektor pariwisata, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru," ujar Farhan . Reaktivasi ini diyakini akan menjadi motor penggerak baru bagi sektor transportasi, pergudangan, dan pariwisata di Bandung Raya.
Menjelang tanggal 17 September, InJourney Airports terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk TNI AU, maskapai, ground handling, Imigrasi, dan Bea Cukai untuk memastikan kelancaran operasional.
( berbagai sumber)
