Editor: Endro Yuwanto
Mantan Menteri Keuangan RI sekaligus ekonom senior Chatib Basri. (Foto: Tangkapan layar Youtube)
GEBRAK.ID; JAKARTA – Spekulasi mengenai kemungkinan pergantian Menteri Keuangan di Kabinet Merah Putih kembali mencuat setelah ekonom senior Chatib Basri terlihat mendatangi Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (9/6/2026). Namun, Chatib langsung membantah kabar yang menyebut dirinya ditawari posisi Menteri Keuangan oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Usai pertemuan dengan Presiden Prabowo, mantan Menteri Keuangan era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono itu menegaskan pembahasan yang dilakukan murni terkait perkembangan ekonomi nasional dan global.
"Nggak ada tawaran itu. Ini kita bahas soal ekonomi kok," ujar Chatib kepada awak media.
Chatib juga meluruskan informasi yang menyebut dirinya berada dalam pertemuan bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Menurut Chatib, dirinya hadir bersama jajaran Dewan Ekonomi Nasional (DEN), termasuk Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan.
"Pak Menkes? Oh nggak ada. Saya sama DEN saja," katanya.
Nama Chatib belakangan ramai diperbincangkan sebagai kandidat kuat Menteri Keuangan di tengah isu reshuffle kabinet yang menyeret posisi Purbaya Yudhi Sadewa. Selain Chatib, nama Budi Gunadi Sadikin juga sempat disebut-sebut berpeluang mengisi kursi bendahara negara.
Meski demikian, pemerintah berulang kali membantah rumor tersebut. Purbaya sebelumnya menegaskan masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan sesuai arahan Presiden Prabowo.
"Kami ikut perintah Bapak Presiden. Jadi komitmennya kuat, maju terus," ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa beberapa waktu lalu.
Senada, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan tidak ada agenda pergantian Menteri Keuangan. Menurutnya, pemerintah saat ini lebih fokus menjaga stabilitas ekonomi nasional dan memperkuat koordinasi antarotoritas ekonomi di tengah tantangan global yang masih dinamis.
Munculnya isu reshuffle ini menunjukkan tingginya perhatian publik terhadap posisi strategis Menteri Keuangan yang berperan penting dalam menjaga kesehatan fiskal dan arah kebijakan ekonomi Indonesia.
(Sumber: Antara)