Dulu Belajar di Kelas Bocor, Kini Murid di Purbalingga Tersenyum Sambut Sekolah Baru yang Lebih Nyaman

Mendikdasmen Abdul Mu'ti (tengah, belakang) melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, dengan agenda meresmikan 32 satuan pendidikan hasil revitalisasi se-Kabupaten Purbalingga TA 2025 dan penyerahan mock-up simbolis kepada 13 satuan pendidikan penerima program revitalisasi TA 2026 di SMPN 2 Kutasari (27/6). (Foto: Kemendikdasmen/Yuswan Rosepi)
Editor: Devona R

GEBRAK.ID, PURBALINGGA – Senyum sumringah terpancar dari wajah para siswa SMP Negeri 2 Kutasari, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Setelah bertahun-tahun belajar di ruang kelas yang bocor dan fasilitas sekolah yang terbatas, mereka kini akhirnya dapat menikmati gedung baru yang lebih aman, nyaman, dan layak untuk kegiatan belajar mengajar.

Perubahan itu menjadi kenyataan berkat program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dijalankan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Program tersebut menyasar sekolah-sekolah yang membutuhkan perbaikan infrastruktur agar mampu menghadirkan lingkungan belajar yang berkualitas bagi para peserta didik.

Salah satu siswa, Nada Zahra, mengaku sangat bahagia dengan kondisi sekolahnya saat ini. Menurutnya, aktivitas belajar menjadi jauh lebih nyaman dibandingkan sebelumnya.

"Senang sekali sekolah kami sekarang punya gedung baru. Kelasnya jadi bagus dan tidak bocor lagi kalau hujan. Toiletnya juga ditambah, jadi kami tidak perlu mengantre lama," ujar Nada seperti dikutip dari siaran pers Kemendikdasmen, Minggu (28/6/2026).

Hal serupa juga dirasakan pihak sekolah. Kepala SMP Negeri 2 Kutasari, Arif Rahman, mengatakan bangunan yang direhabilitasi merupakan gedung lama yang telah digunakan selama puluhan tahun tanpa renovasi besar. Bahkan, sebagian bangunan sempat mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon.

Kini kondisi tersebut berubah total. Ruang kelas yang sebelumnya sering bocor saat musim hujan telah direnovasi menjadi lebih kokoh dan nyaman sehingga memberikan suasana belajar yang lebih kondusif.

"Ruang kelas yang dulunya bocor kini sudah kokoh, bersih, dan aman. Ini sangat berdampak pada peningkatan semangat belajar anak-anak," kata Arif Rahman.

Menurut Arif Rahman, fasilitas pendidikan yang memadai bukan hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga berpengaruh terhadap motivasi siswa dan efektivitas proses pembelajaran di sekolah.

Peresmian revitalisasi sekolah dilakukan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Purbalingga, Sabtu (27/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, Mendikdasmen meresmikan revitalisasi 32 satuan pendidikan yang dikerjakan menggunakan anggaran Tahun 2025.

Selain itu, pemerintah juga menyerahkan secara simbolis mock up penerima bantuan revitalisasi untuk Tahun Anggaran 2026 sebagai bentuk keberlanjutan program peningkatan sarana pendidikan.

Abdul Mu'ti menegaskan revitalisasi sekolah merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan merata di seluruh Indonesia.

"Revitalisasi satuan pendidikan ini adalah wujud nyata kehadiran negara untuk menghadirkan keadilan akses pendidikan yang bermutu. Sekolah harus menjadi tempat yang paling dirindukan dan menyenangkan bagi siswa untuk menuntut ilmu," ujar Abdul Mu'ti.

Pada Tahun Anggaran 2025, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp28,95 miliar untuk merevitalisasi 32 satuan pendidikan di Kabupaten Purbalingga. Program tersebut mencakup empat taman kanak-kanak, 14 sekolah dasar, tujuh sekolah menengah pertama, enam SMA/SMK, serta satu sekolah luar biasa (SLB).

Komitmen pemerintah tidak berhenti sampai di situ. Untuk Tahun Anggaran 2026, sebanyak 12 satuan pendidikan di Purbalingga kembali ditetapkan sebagai penerima bantuan revitalisasi dengan total anggaran mencapai Rp9,81 miliar.

Bantuan tersebut akan digunakan untuk memperbaiki tiga satuan PAUD, tujuh sekolah dasar, dan dua sekolah menengah pertama agar semakin banyak peserta didik memperoleh fasilitas belajar yang layak.

Program revitalisasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan nasional melalui penyediaan sarana dan prasarana yang aman, sehat, inklusif, dan mendukung proses pembelajaran.

Dengan fasilitas yang semakin baik, diharapkan sekolah bukan hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang yang menyenangkan bagi anak-anak untuk berkembang, berkreasi, dan meraih prestasi.

Perubahan yang dirasakan siswa di Purbalingga menjadi salah satu bukti bahwa investasi pada infrastruktur pendidikan mampu memberikan dampak nyata terhadap semangat belajar generasi muda Indonesia.

(Sumber: Kemendikdasmen)