Isi BBM tak Sesuai Spesifikasi, Ini Dampaknya bagi Mesin Kendaraan

Salah isi BBM dapat menurunkan performa mesin hingga memicu kerusakan. Simak dampak, penyebab, dan langkah yang harus dilakukan. (Foto: ist) 

Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID,JAKARTA – Mengisi bahan bakar minyak (BBM) sesuai rekomendasi pabrikan bukan sekadar soal efisiensi, tetapi juga menjadi kunci menjaga performa dan usia pakai mesin kendaraan. Penggunaan BBM yang tidak sesuai spesifikasi dapat menimbulkan berbagai masalah, mulai dari penurunan tenaga hingga kerusakan komponen mesin jika terjadi secara berulang. 

Pakar otomotif menjelaskan setiap mesin telah dirancang dengan karakteristik tertentu, termasuk rasio kompresi, sistem pembakaran, dan kebutuhan nilai oktan atau cetane. Karena itu, penggunaan BBM yang tidak sesuai berpotensi membuat proses pembakaran tidak berlangsung optimal.

Pada kendaraan berbahan bakar bensin, penggunaan BBM dengan nilai oktan lebih rendah dari yang direkomendasikan dapat memicu gejala knocking atau detonasi. Kondisi ini terjadi ketika campuran udara dan bahan bakar terbakar sebelum waktunya akibat tekanan tinggi di dalam ruang bakar.

Dalam jangka pendek, gejalanya dapat berupa suara mesin mengelitik, tarikan terasa berat, konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros, hingga tenaga kendaraan menurun. Jika terus dibiarkan, knocking berulang dapat mempercepat keausan piston, ring piston, hingga katup mesin.

Sebaliknya, menggunakan BBM dengan oktan lebih tinggi dari rekomendasi pabrikan umumnya tidak membahayakan mesin modern. Namun, manfaat peningkatan performanya juga tidak selalu terasa apabila mesin memang tidak dirancang untuk memanfaatkan oktan yang lebih tinggi.

Sementara itu, pada kendaraan diesel, kesalahan pengisian BBM dapat menimbulkan dampak yang lebih serius. Misalnya, solar yang tercampur bensin akan mengurangi kemampuan pelumasan pada sistem injeksi bertekanan tinggi sehingga berisiko merusak pompa injeksi maupun injektor.

Sebaliknya, jika solar secara tidak sengaja dimasukkan ke kendaraan bermesin bensin, mesin biasanya akan sulit dihidupkan atau bahkan mati karena karakteristik pembakaran kedua jenis bahan bakar tersebut sangat berbeda.

Jangan Nyalakan Mesin Jika Salah Isi BBM

Apabila menyadari telah salah mengisi BBM, pemilik kendaraan disarankan tidak langsung menyalakan mesin. Langkah tersebut penting agar bahan bakar yang salah tidak ikut bersirkulasi ke sistem injeksi maupun ruang bakar.

Pemilik kendaraan sebaiknya segera menghubungi bengkel resmi atau layanan derek untuk menguras tangki bahan bakar dan memeriksa sistem bahan bakar sebelum kendaraan kembali digunakan.

Semakin cepat kesalahan ditangani, semakin kecil risiko kerusakan komponen yang memerlukan biaya perbaikan mahal.

Ikuti Rekomendasi Pabrikan

Setiap produsen kendaraan telah mencantumkan spesifikasi BBM yang sesuai pada buku manual maupun stiker di tutup tangki bahan bakar. Rekomendasi tersebut dibuat berdasarkan hasil pengujian agar mesin mampu bekerja optimal dari sisi performa, efisiensi, serta emisi gas buang.

Karena itu, pemilik kendaraan sebaiknya tidak memilih BBM hanya berdasarkan harga, tetapi juga mempertimbangkan spesifikasi mesin agar kendaraan tetap awet dan biaya perawatan dapat ditekan dalam jangka panjang.

( berbagai sumber)