Kapal Gamsunoro Milik Pertamina Berhasil Menembus Selat Hormuz, Tempuh 16 Jam ke Titik Aman

Ilustrasi kapal pertamina pride. ( Foto: ESDM) 


Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID,JAKARTA – Kabar baik datang dari PT Pertamina International Shipping (PIS). Kapal tanker Gamsunoro berhasil melintasi titik kritis Selat Hormuz dengan selamat pada Rabu (24/6) pukul 20.00 WIB, setelah tertahan selama lebih dari tiga bulan akibat konflik geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah .

Keberhasilan ini merupakan buah dari kolaborasi strategi kedaruratan korporasi dan diplomasi perlindungan yang intensif. Pelaksana Tugas (Pjs) Corporate Secretary PIS, Vega Pita, mengungkapkan bahwa keputusan untuk melanjutkan pelayaran diambil setelah melalui proses penilaian risiko (risk assessment) yang sangat ketat selama satu bulan terakhir serta koordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. 

“Kami berterima kasih kepada Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar RI di Tehran, Iran, atas dukungannya selama ini,” ujar Vega dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (25/6) .

Perjalanan 16 Jam Penuh Pengawalan

Kapal Gamsunoro memulai pergerakannya dari kawasan Teluk Arab pada Rabu dini hari, pukul 01.06 waktu Dubai atau sekitar pukul 04.06 WIB. Berlayar dengan kecepatan rata-rata 7,5 knot, kapal tanker ini tiba di mulut Selat Hormuz sekitar pukul 13.00 waktu setempat (16.00 WIB) .

Empat jam berselang, kapal dinyatakan berhasil melewati selat sempit yang menjadi jalur distribusi energi paling strategis di dunia tersebut dan mencapai titik aman. Total perjalanan yang ditempuh adalah 16 jam penuh. 

Vega menekankan bahwa selama pelayaran, kapal berada dalam pemantauan 24 jam penuh. Awak kapal di laut terus berkoordinasi dengan tim di darat yang bersiaga di pusat krisis (crisis center) PIS untuk memastikan keamanan. 

“Kami mencatat puluhan persyaratan yang harus dipenuhi kapal, mulai dari asuransi, aspek teknis dan operasional, keamanan, hingga kesiapan kru, sehingga diputuskan kapal dapat mulai bergerak dari Teluk Arab,” jelas Vega. 

Sinergi Diplomasi dan Kesiapan Teknis

Keberhasilan lintasan Gamsunoro tidak terlepas dari peran aktif pemerintah Indonesia. Sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri RI, Arif Havas Oegroseno, menyebutkan bahwa komunikasi dengan pemerintah Iran terus berlangsung untuk mencari solusi, meskipun perkembangan sangat bergantung pada situasi keamanan dan faktor asuransi yang menjadi kendala utama. 

Keputusan untuk melintas pun tidak serta-merta. Hal ini sejalan dengan pernyataan VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, yang menegaskan bahwa aspek keselamatan awak kapal dan keamanan aset adalah prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan operasional. 

Nasib Kapal VLCC Pertamina Pride

Meski Gamsunoro telah berhasil melintas, perhatian kini tertuju pada armada PIS lainnya, VLCC Pertamina Pride, yang masih berada di kawasan Teluk Arab. Vega menyampaikan bahwa kapal tersebut saat ini sedang dalam tahap persiapan untuk bergerak, dengan tetap mengevaluasi perkembangan keamanan, kondisi lalu lintas, dan risiko lainnya .

“Kami juga memohon dukungan dan doa bagi kapal VLCC Pertamina Pride agar dapat segera melintasi Selat Hormuz dengan aman,” tutup Vega

( berbagai sumber