Editor: Devona R
Bupati OKU H Teddy Meilwanysa SSTP MM dan Ketua TP PKK OKU Hj Zwesti Karenia Teddy mewisuda sebanyak 598 orang lanjut usia di Gedung Kesenian Baturaja OKU Senin (22/6/2026). (Foto: Sripoku.com)
GEBRAK.ID, BATURAJA – Usia satu abad tak menghalangi semangat Rohaya untuk terus menimba ilmu. Perempuan berusia 100 tahun asal Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, menjadi sorotan dalam prosesi Wisuda Sekolah Lansia 2026 setelah dinobatkan sebagai wisudawati tertua.
Di tengah ratusan peserta yang mengenakan toga dan atribut wisuda layaknya mahasiswa perguruan tinggi, sosok Rohaya mencuri perhatian. Kehadirannya menjadi simbol bahwa semangat belajar tidak pernah mengenal usia dan selalu memiliki tempat dalam setiap fase kehidupan.
Wisuda yang digelar di Gedung Kesenian Baturaja, Senin (22/6/2026), berlangsung penuh kehangatan. Sebanyak 598 peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten OKU mengikuti prosesi tersebut dengan didampingi keluarga yang datang memberikan dukungan.
Tak sedikit anggota keluarga yang membawa bunga sebagai bentuk penghormatan dan rasa bangga kepada orang tua mereka yang berhasil menyelesaikan pendidikan di Sekolah Lansia.
Semangat Belajar Meski Usia Telah Seabad
Rohaya mengikuti prosesi wisuda bersama peserta lainnya sejak awal acara. Meski kondisi fisiknya sudah tidak sekuat dulu, ia tetap hadir dengan penuh semangat untuk merasakan momen bersejarah tersebut.
Karena faktor usia, Rohaya tidak dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai. Setelah mengikuti sebagian prosesi, ia meninggalkan lokasi lebih awal dengan didampingi dan dipapah anggota keluarganya.
Namun, keterbatasan fisik itu tidak mengurangi makna kehadirannya. Sosok Rohaya justru menjadi inspirasi bagi banyak orang bahwa keinginan untuk belajar dan terus berkembang tidak pernah dibatasi oleh usia.
Kisahnya juga menjadi gambaran bahwa masa lanjut usia bukan akhir dari proses belajar, melainkan kesempatan untuk tetap aktif, berinteraksi, dan memperkaya pengalaman hidup.
Wisuda Terbesar Sekolah Lansia di Sumatera Selatan
Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumatera Selatan, dr. Arios Saplis, mengatakan Kabupaten OKU mencatat sejarah sebagai daerah pertama di Sumatera Selatan yang mewisuda peserta Sekolah Lansia dalam jumlah terbanyak.
Menurutnya, sebanyak 598 lansia diwisuda secara serentak sebagai bagian dari penguatan program pemberdayaan lanjut usia.
"Sebanyak 598 lansia diwisuda secara serentak. Ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan Lansia SMART, yaitu sehat, mandiri, aktif, dan produktif," ujar Arios.
Para peserta berasal dari 17 Sekolah Lansia yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten OKU. Tahun ini, wisuda mengusung tema "Mewujudkan Lansia Sehat, Mandiri, Aktif, dan Produktif (Lansia SMART)."
Program Sekolah Lansia sendiri merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat lanjut usia melalui pendidikan nonformal yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka.
Belajar Kesehatan hingga Wawasan Digital
Bupati OKU, Teddy Meilwansyah, menjelaskan bahwa Sekolah Lansia tidak sekadar menjadi tempat berkumpul para lansia. Program tersebut dirancang sebagai ruang belajar agar para peserta tetap produktif dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Berbagai materi diberikan selama proses pembelajaran, mulai dari edukasi kesehatan, keterampilan hidup, pembinaan keagamaan, hingga pengenalan teknologi dan wawasan digital.
Menurut Teddy, seluruh materi tersebut bertujuan membantu para lansia menjalani kehidupan yang lebih sehat, mandiri, serta tetap memiliki peran aktif di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
"Para lansia tetap semangat belajar meskipun telah memasuki usia senja. Ini membuktikan bahwa belajar tidak mengenal batas usia," kata Teddy.
Keberhasilan penyelenggaraan wisuda ini sekaligus menjadi bukti bahwa pendidikan dapat diakses oleh siapa saja tanpa memandang usia. Sosok Rohaya menjadi pengingat bahwa semangat menuntut ilmu tidak pernah lekang oleh waktu.
Di usia 100 tahun, ia membuktikan bahwa belajar bukan sekadar tentang memperoleh pengetahuan, melainkan juga menjaga semangat hidup, memperluas pergaulan, dan terus menjadi bagian aktif dari masyarakat.
(Sumber: Kompas/Sripoku)