Kuota Internet tak Lagi Hangus? Telkomsel, XL, dan Indosat Siapkan Paket Rollover yang Lebih Mudah Diakses

 

Ilustrasi SIMcard. (Foto: freepik) 


Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID, JAKARTA – Harapan pelanggan agar sisa kuota internet tidak hangus setelah masa aktif berakhir mulai mendapat respons dari industri telekomunikasi. Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) mengungkapkan bahwa operator seluler besar di Indonesia, yakni Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, dan XL Smart, telah menyediakan paket internet dengan fitur rollover atau akumulasi kuota. 

Direktur Eksekutif ATSI Marwan O. Baasir mengatakan fitur tersebut sebenarnya sudah tersedia di masing-masing operator melalui aplikasi layanan pelanggan. Namun, banyak pengguna yang belum mengetahui keberadaannya karena informasi dan penempatan menu dinilai belum cukup sederhana.

Menurut Marwan, operator bersama ATSI tengah membahas penyederhanaan akses informasi agar pelanggan lebih mudah menemukan paket rollover. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah menghadirkan kategori atau folder khusus untuk paket dengan fitur akumulasi kuota.

"Semua operator sudah memiliki produk rollover, tetapi perlu sosialisasi yang lebih mudah agar pelanggan mengetahui dan memanfaatkannya," ujar Marwan dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Pengguna Paket Rollover Masih Rendah

ATSI mencatat tingkat penggunaan paket rollover saat ini masih relatif kecil, berkisar antara 3 hingga 5 persen dari total pelanggan. Meski demikian, operator terus memantau minat pasar dan mengevaluasi pengembangan produk berdasarkan tingkat adopsi serta kontribusi pendapatan yang dihasilkan. 

Marwan menjelaskan bahwa apabila permintaan terhadap paket rollover terus meningkat, operator berpotensi memperluas pilihan paket maupun manfaat yang ditawarkan kepada pelanggan.

Harga Bisa Berbeda dengan Paket Biasa

Terkait kemungkinan perubahan tarif, ATSI menilai wajar apabila paket rollover memiliki harga yang berbeda dibanding paket internet reguler. Hal ini karena operator memberikan jaminan bahwa sisa kuota yang tidak terpakai dapat digunakan pada periode berikutnya sesuai syarat yang berlaku.

Meski demikian, ATSI menegaskan belum ada keputusan mengenai kenaikan harga secara umum. Kebijakan tarif tetap menjadi kewenangan masing-masing operator.

"Pelanggan mendapatkan kepastian bahwa sisa kuota dapat dibawa ke bulan berikutnya. Ada jaminan kapasitas dan layanan yang tentu memiliki nilai tersendiri," kata Marwan.

Sorotan MK atas Kuota Internet Hangus

Perkembangan ini tidak lepas dari proses uji materi yang sedang berlangsung di Mahkamah Konstitusi (MK) terkait praktik kuota internet yang hangus setelah masa aktif paket berakhir. Dalam sejumlah persidangan, hakim MK meminta operator seluler menjelaskan alasan penerapan skema tersebut dan dampaknya apabila sisa kuota diwajibkan untuk diakumulasi. 

Pada sidang lanjutan yang digelar 18 Juni 2026, ATSI bersama operator seluler menyampaikan komitmen untuk memperluas pilihan layanan internet, termasuk paket rollover dan skema lain yang memberikan fleksibilitas lebih bagi pelanggan. Mereka juga berjanji meningkatkan transparansi informasi serta perlindungan hak konsumen. 

Wakil Ketua MK, Saldi Isra, bahkan meminta operator menjelaskan secara lebih konkret bentuk layanan rollover yang sudah tersedia maupun yang akan dikembangkan agar manfaatnya dapat dipahami publik dan majelis hakim. 

Konsumen Menanti Implementasi

Isu kuota internet hangus telah lama menjadi keluhan sebagian pelanggan, terutama pengguna yang tidak menghabiskan kuota dalam satu periode paket. Sejumlah gugatan konsumen ke MK menilai praktik tersebut perlu dievaluasi agar lebih memberikan rasa keadilan bagi pengguna layanan telekomunikasi. 

Dengan adanya komitmen operator untuk memperluas paket rollover dan mempermudah akses informasinya, konsumen kini memiliki peluang lebih besar untuk memilih layanan yang sesuai dengan kebutuhan penggunaan data mereka.

Ke depan, keberhasilan skema ini akan bergantung pada kemudahan akses, transparansi syarat dan ketentuan, serta harga yang tetap kompetitif bagi masyarakat.

(berbagai sumber)