Kutukan Fase Gugur Menimpa Jepang: Dari Turki hingga Brasil, Mimpi Piala Dunia 2026 Sirna di Ujung Waktu

Timnas Jepang tersingkir di babak 32 besar Piala Dunia 2026. (Foto: FIFA)
Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID, HOUSTON – Sejarah kelam kembali terukir dalam perjalanan Timnas Jepang di ajang paling bergengsi sepak bola dunia. Langkah "Samurai Biru" di Piala Dunia 2026 harus terhenti lebih cepat di babak 32 besar, setelah takluk secara dramatis dari raksasa Amerika Selatan, Brasil, dengan skor 1-2.

Kekalahan di Houston Stadium, Selasa (30/6/2026) dini hari WIB, ini bukan sekadar tumbang. Lebih dari itu, ini adalah kelanjutan dari sebuah rekor buruk yang tak kunjung terpecahkan: Jepang belum sekalipun merasakan manisnya kemenangan di fase gugur Piala Dunia.

Drama di Houston: Keunggulan Sirna di Injury Time

Jalannya pertandingan sempat membuat para pendukung Jepang di stadion dan jutaan pemirsa di Tanah Air berpikir bahwa mimpi buruk itu akhirnya akan berakhir. Pada babak pertama, Jepang tampil disiplin dan mampu mengejutkan Brasil. Gol dari Kaishu Sano mengantarkan mereka memimpin 1-0, kedudukan yang bertahan hingga turun minum.

Namun, ketangguhan "Tim Samba" terlihat di babak kedua. Brasil yang haus akan gol akhirnya menemukan jalan untuk menyamakan kedudukan melalui mantan gelandang Manchester United, Casemiro. Saat pertandingan memasuki masa injury time, pukulan telak datang untuk Jepang. Gabriel Martinelli menjadi mimpi buruk dengan golnya yang memastikan kemenangan Brasil dan sekaligus memupuskan asa Jepang.

Daftar Panjang Penyesalan di Panggung Dunia

Rekor negatif ini bukanlah hal baru bagi Jepang. Debut mereka pada 1998 memang diakhiri di fase grup. Saat menjadi tuan rumah bersama Korea Selatan pada 2002, Jepang pertama kali lolos ke 16 besar, namun langsung didepak oleh Turki. Pada 2010, giliran Paraguay yang menjadi algojo lewat adu penalti.

Mimpi buruk kembali berulang di edisi 2018 dan 2022. Di Rusia, mereka kehilangan keunggulan 2-0 dan kena comeback 2-3 dari Belgia di menit-menit akhir. Empat tahun kemudian di Qatar, harapan kandas di titik putih melawan Kroasia .

Kini, dengan format baru Piala Dunia 2026 yang memiliki babak 32 besar, Jepang tetap gagal memutus rantai kegagalan.

Moriyasu Pasrah, "Kami Harus Jadikan Ini Pelajaran"

Pelatih Jepang Hajime Moriyasu mengaku kecewa dan "terpukul" setelah pertandingan. Dalam pernyataannya yang dilansir laman resmi FIFA, ia menyatakan bahwa timnya telah memberikan segalanya, namun hasil berkata lain.

"Saya sangat kecewa karena kami harus meninggalkan turnamen ini pada tahap ini. Namun, para pemain telah memberikan segalanya hari ini, sama seperti yang mereka lakukan sepanjang perjalanan hingga mencapai babak ini," ujar Moriyasu.

Pelatih berusia 57 tahun itu juga menegaskan bahwa kekalahan ini harus menjadi pelajaran berharga. “Saat ini saya benar-benar terpukul setelah memberikan semua yang kami miliki. Namun, saya ingin menerima hasil ini dan menjadikannya sebagai pelajaran agar kami bisa menjadi tim yang lebih kuat lagi,” jelasnya.

Kegagalan ini menambah daftar panjang "kutukan" fase gugur bagi Negeri Sakura dan menjadi pekerjaan rumah besar bagi regenerasi sepak bola Jepang ke depan. Sementara itu, Brasil melangkah ke babak 16 besar menunggu pemenang antara Pantai Gading dan Norwegia.

(Berbagai Sumber)