Editor: Damar Pratama
Pembalap MotoGP asal Spanyol Marc Marquez resmi memperpanjang kontraknya bersama tim pabrikan Ducati Lenovo hingga akhir musim 2028. (Foto: X/Ducaticorse)
GEBRAK.ID, JAKARTA – Marc Marquez memastikan masa depannya tetap bersama Ducati Lenovo Team. Pembalap asal Spanyol itu resmi memperpanjang kontraknya hingga akhir musim 2028, sekaligus menjadi sosok yang akan memimpin tim pabrikan asal Italia tersebut memasuki era baru MotoGP dengan regulasi mesin 850cc.
Kepastian kontrak baru ini menjadi sinyal kuat bahwa Ducati masih menaruh kepercayaan penuh kepada Marquez sebagai ujung tombak proyek jangka panjang mereka. Peraih tujuh gelar juara dunia kelas utama itu pun mengaku bahagia bisa melanjutkan perjalanan bersama tim yang dinilainya memiliki paket paling kompetitif di MotoGP.
"Saya berwarna merah. Saya benar-benar bahagia dengan kesepakatan baru dengan Tim Ducati Lenovo ini dan untuk terus menjadi bagian dari keluarga ini," ujar Marquez seperti dikutip dari laman resmi MotoGP, Selasa (24/6/2026).
Marquez mengatakan, sejak memutuskan meninggalkan Honda dan bergabung dengan Ducati, ia sudah yakin telah memilih proyek terbaik untuk kembali bersaing di papan atas. Karena itu, ia bertekad memberikan seluruh kemampuannya demi membawa Ducati meraih prestasi yang lebih besar.
"Saya percaya dengan proyek ini sejak awal dan saya akan memberikan segalanya untuk mencapai target yang semakin ambisius," kata pembalap berjuluk The Baby Alien tersebut.
Meski kesepakatan kontrak sebenarnya telah tercapai beberapa bulan lalu, pengumuman resmi baru dilakukan setelah seluruh proses administrasi dan kontrak komersial antara MSMA dan MotoGP di Brno rampung.
Dengan kontrak baru tersebut, Marquez dipastikan menjadi salah satu figur sentral Ducati saat MotoGP memasuki perubahan besar mulai musim 2027. Selain penggunaan mesin berkapasitas 850cc, seluruh tim juga akan menggunakan ban Pirelli sebagai pemasok resmi menggantikan Michelin.
Pada periode itu, Marquez juga akan mendapatkan tandem baru di garasi Ducati Lenovo Team. Pembalap muda berbakat Pedro Acosta diproyeksikan menjadi rekan setimnya dalam menghadapi era baru kompetisi.
Keputusan Ducati mempertahankan Marquez tidak lepas dari performa impresif yang ditunjukkannya sejak bergabung dengan tim pabrikan. Pada musim debutnya bersama Ducati Lenovo, ia mampu kembali bersaing di jalur juara dan menyamai koleksi tujuh gelar dunia kelas utama milik Valentino Rossi.
Padahal, perjalanan Marquez menuju titik ini tidak sepenuhnya mulus. Cedera bahu yang dialaminya pada seri Mandalika di pengujung musim 2025 sempat memunculkan keraguan mengenai kondisi fisiknya. Bahkan, pembalap berusia 33 tahun tersebut sempat mempertimbangkan hanya mengambil kontrak berdurasi satu musim karena masih menjalani proses pemulihan saraf radial pada tangannya.
Namun, seluruh keraguan itu perlahan menghilang setelah operasi lanjutan berjalan sukses. Marquez kembali menemukan performa terbaiknya dengan meraih kemenangan ganda di Grand Prix Hungaria sebelum kembali naik podium tertinggi pada GP Brno.
Hasil tersebut membuat posisinya kembali menjadi ancaman serius dalam perebutan gelar juara dunia musim ini. Menjelang balapan di Sirkuit Assen, Marquez hanya terpaut 40 poin dari pemuncak klasemen sementara.
Momentum positif itu juga diperkuat setelah ia menjalani uji coba perdana motor Ducati berkonfigurasi mesin 850cc dengan ban Pirelli dalam tes resmi di Brno. Hasil pengujian dinilai memberikan optimisme bagi Ducati untuk menghadapi perubahan regulasi yang akan berlaku mulai 2027.
Perjalanan Marquez bersama Ducati menjadi salah satu kisah paling menarik dalam sejarah MotoGP modern. Setelah menghabiskan lebih dari satu dekade bersama Repsol Honda dan meraih enam gelar dunia, ia mengambil keputusan berani meninggalkan tim yang telah membesarkan namanya.
Langkah itu diawali dengan bergabung ke tim satelit Gresini Racing pada musim 2024. Penampilan impresif bersama Gresini membuat Ducati tanpa ragu mempromosikannya ke tim pabrikan setahun kemudian.
Kini, kontrak hingga 2028 membuka peluang besar bagi Marquez untuk mengukir sejarah baru. Ia hanya membutuhkan satu gelar juara dunia lagi untuk menyamai rekor delapan gelar kelas utama milik legenda Italia, Giacomo Agostini.
Tak hanya itu, pembalap bernomor 93 tersebut juga semakin mendekati catatan kemenangan Valentino Rossi. Dengan selisih hanya 14 kemenangan dari rekor 89 kemenangan milik The Doctor di kelas utama, Marquez memiliki peluang realistis untuk menorehkan namanya sebagai salah satu pembalap tersukses sepanjang sejarah MotoGP apabila mampu mempertahankan performanya dalam beberapa musim ke depan.
(Sumber: Ducati)