![]() |
| Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (Foto: Instagram) |
GEBRAK.ID,JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menyiapkan wajah baru kawasan Taman Semanggi sebagai bagian dari penataan kota menuju peringatan usia lima abad. Proyek revitalisasi ruang terbuka hijau ikonik ini ditargetkan rampung pada 22 Juni 2027, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-500 Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan bahwa masyarakat akan mulai melihat perubahan signifikan dalam beberapa pekan ke depan. Penataan dilakukan secara bertahap di empat sisi taman dengan target penyelesaian dua sisi pada akhir tahun 2026, dan dua sisi lainnya selesai sebagai "kado" pada Juni 2027.
"Minggu-minggu ini juga teman-teman pasti akan melihat mulai warna dari Taman Semanggi berubah. Saya menargetkan, kan Taman Semanggi ada empat sisi, dua sisi harus selesai di akhir tahun ini, dua sisi selesai kado sampai dengan 22 Juni," ujar Pramono di Bundaran HI, Jakarta Pusat.
Revitalisasi Taman Semanggi tidak hanya bertujuan mempercantik kawasan, tetapi juga menghidupkan kembali gagasan Presiden pertama RI, Soekarno, yang merancang kawasan ini pada tahun 1962. Filosofi empat helai daun semanggi yang melambangkan fungsi, konektivitas, transformasi, estetika, dan kehidupan akan diregenerasi agar relevan dengan kebutuhan kota saat ini.
"Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ingin kawasan ini benar-benar menjadi tempat yang ikonik dan dapat dimanfaatkan oleh semua orang dengan baik. Taman Semanggi akan menjadi simbol regenerasi dari gagasan Bung Karno yang tetap kontekstual dengan kebutuhan Jakarta hari ini," jelas Pramono.
Proyek yang menelan anggaran sekitar Rp134 miliar ini sepenuhnya menggunakan skema pembiayaan kreatif berbasis hak penamaan (naming rights) dan tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Pemprov DKI menggandeng pihak swasta, PT Media Indra Buana, dalam pelaksanaannya. Mitra akan memperoleh hak pengelolaan kawasan selama kurang lebih 10 tahun setelah pembangunan selesai, namun nama "Semanggi" dipastikan tidak akan berubah.
Revitalisasi mengusung tiga pendekatan utama:
1. Regeneration (Regenerasi): Pemulihan ekologi kawasan melalui penataan lanskap dan penanaman vegetasi.
2. Reconnection (Konektivitas): Penguatan keterhubungan antarruang agar taman lebih mudah diakses dengan aman dan nyaman .
3. Reactivation (Aktivasi): Menghidupkan kembali kawasan sebagai ruang publik yang aktif dan inklusif untuk seluruh kelompok masyarakat.
Taman seluas sekitar 6,5 hektare yang tersebar di empat sisi Simpang Susun Semanggi ini nantinya akan dilengkapi berbagai fasilitas modern seperti jalur pedestrian, jogging track sepanjang 1,2 kilometer, gym outdoor, plaza kegiatan, art lawn, musala, toilet, heritage walk, kebun tematik, hingga kolam resapan dan tampungan air untuk pengelolaan lingkungan. Pramono memastikan seluruh proses pembangunan tidak akan mengganggu arus lalu lintas di koridor utama Sudirman-Gatot Subroto.
Tak hanya mempercantik taman, Pemprov DKI juga mengembangkan konektivitas pejalan kaki di kawasan Semanggi melalui pembangunan pedestrian deck yang akan menghubungkan Hotel Pullman, Grand Hyatt, Hotel Indonesia Kempinski, Mandarin Oriental, dan langsung terintegrasi dengan stasiun MRT. Proyek ini diharapkan dapat menjadi bagian dari kado istimewa untuk Jakarta di usia lima abad.
Pramono menegaskan bahwa pembangunan Jakarta ke depan tidak semata fokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga menciptakan kota yang nyaman, aman, dan terhubung bagi warganya. "Yang paling utama untuk Jakarta bukan membangun fisiknya, tetapi memberikan kenyamanan bagi masyarakatnya. Jadi yang paling utama itu membuat orang menjadi hidupnya lebih nyaman, lebih mudah, tersambung, terhubung," imbuhnya.
(Sumber: Pemprov DKI Jakarta)
