GEBRAK.ID -- Petenis putri Indonesia Aldila Sutjiadi mengungkapkan strategi utama yang akan diterapkan saat menghadapi babak perempat final nomor ganda putri Mubadala Citi DC Open 2026 di Washington, Amerika Serikat.
Bersama pasangan asal Selandia Baru, Erin Routliffe, Aldila bertekad tampil agresif sejak awal pertandingan untuk menjaga peluang melaju ke babak semifinal turnamen kategori WTA 500 tersebut.
Aldila/Erin dijadwalkan menghadapi pasangan tuan rumah Clervie Ngounoue/Anna Smith pada babak delapan besar, Rabu (29/7/2026) pukul 22.00 WIB.
"Pastinya babak kedua akan bermain sama seperti di babak pertama, kita akan mulai agresif dan mencoba untuk menekan lawan dari awal seperti yang kita lakukan di babak pertama," ujar Aldila dikutip dari Antara.
Langkah Aldila/Erin menuju perempat final terbilang meyakinkan. Mereka berhasil menyingkirkan pasangan Sofia Kenin/Anastasia Potapova dengan kemenangan dua set langsung 6-3, 7-5 pada babak sebelumnya.
Sejak pertandingan dimulai, pasangan unggulan kedua tersebut langsung mengambil kendali permainan dan mampu menjaga tekanan hingga memastikan tiket ke babak delapan besar.
Chemistry Jadi Modal Penting
Selain strategi permainan agresif, Aldila menyebut kekompakan yang sudah terbangun lama dengan Erin menjadi salah satu kekuatan utama mereka di lapangan.
Menurutnya, komunikasi dan pemahaman antar pemain menjadi faktor penting dalam pertandingan nomor ganda, terutama menghadapi lawan-lawan berkualitas di level WTA 500.
"Pastinya aku dan Erin sudah kenal satu sama lain dari lama, jadi untuk chemistry di lapangannya pun juga sangat baik," kata Aldila.
Pada laga perempat final, Aldila/Erin harus menghadapi tantangan berbeda karena akan berhadapan dengan pasangan asal Amerika Serikat. Selain kualitas lawan, faktor dukungan penonton juga menjadi perhatian bagi petenis Indonesia tersebut.
JANGAN TERLEWATKAN Aldila Sutjiadi Tembus Perempat Final DC Open 2026, Duet dengan Erin Routliffe Belum Terbendung
Aldila menyadari pasangan tuan rumah memiliki keuntungan karena mendapat dukungan langsung dari publik Washington serta lebih mengenal kondisi lapangan.
"Pastinya tuan rumah mempunyai home advantage dengan fansnya dan juga dengan cuacanya, kondisi di lapangan, tapi ya kita berdua akan mencoba sebaik mungkin, dan pastinya semoga kita bisa mendapatkan kemenangan lagi di perempat final," cetus Aldila.
Unggulan Kedua tak Jadi Beban
Meski tampil sebagai unggulan kedua, Aldila menilai status tersebut tidak menjadi jaminan untuk meraih kemenangan. Menurutnya, persaingan nomor ganda di turnamen WTA 500 sangat ketat karena seluruh pasangan memiliki kualitas yang hampir merata.
"Memang kita diunggulkan kedua ya, tapi kan di ganda sebenarnya unggulan itu tidak terlalu berpengaruh banyak karena memang semua pemain di sini bagus-bagus yang main apalagi di level 500," ungkap Aldila. "Untungnya kita tidak langsung bertemu unggulan lainnya."
Turnamen Mubadala Citi DC Open 2026 menjadi bagian dari rangkaian persiapan Aldila Sutjiadi menuju Grand Slam US Open 2026. Petenis kelahiran Jakarta tersebut tengah menjalani rangkaian kompetisi lapangan keras di Amerika Serikat untuk menjaga performa terbaiknya.
Sebelumnya, Aldila mencatat prestasi penting pada musim lapangan rumput dengan meraih gelar juara WTA 500 pertamanya di Bad Homburg Open 2026. Ia juga berhasil menembus babak perempat final nomor ganda campuran Wimbledon 2026.
Performa tersebut menjadi modal berharga bagi Aldila untuk terus bersaing di level tertinggi tenis dunia sekaligus membawa nama Indonesia di panggung internasional.
(Sumber: WTA)
