China Borong 173 Ton Emas pada Juni 2026, Tertinggi dalam Dua Tahun Terakhir

 

Impor emas China melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari dua tahun pada Juni 2026, didorong oleh penurunan harga emas di pasar internasional yang dimanfaatkan investor untuk aksi beli. ( Foto: freepik) 

Editor: Dinar Kencana

GEBRAK. ID, JAKARTA- China kembali menunjukkan gairahnya terhadap logam mulia. Negara konsumen emas terbesar di dunia ini mengimpor sekitar 173 ton emas pada Juni 2026, menjadikannya volume impor bulanan tertinggi sejak Maret 2024.

Angka ini menandai kenaikan bulanan ketiga secara berturut-turut sekaligus melampaui impor pada Mei 2026 yang tercatat sekitar 163 ton. Lonjakan signifikan ini terjadi di tengah koreksi tajam harga emas global yang sempat menyentuh level terendah dalam tujuh bulan terakhir. 

Aksi Beli Saat Harga Turun

Penurunan harga emas di pasar internasional menjadi pemicu utama aksi borong yang dilakukan investor China. Analis Jinrui Futures Co, Zijie Wu, menyatakan bahwa perilaku investor yang membeli saat harga turun atau buying the dip menjadi pendorong penting permintaan emas belakangan ini. 

Harga emas dunia tercatat anjlok lebih dari 1.600 dolar AS per ons dari rekor tertinggi sepanjang masa di angka 5.594,82 dolar AS per ons pada akhir Januari 2026, atau terkoreksi hampir 30%. Penurunan ini membuat logam mulia menjadi lebih menarik bagi para pemburu diskon.

Faktor Penguatan Yuan dan Kuota Impor

Selain koreksi harga, penguatan nilai tukar yuan turut berkontribusi terhadap lonjakan impor. Nilai tukar yang lebih kuat membuat biaya pembelian emas dari luar negeri menjadi lebih murah bagi importir China. 

Faktor lain yang tak kalah penting adalah perubahan rezim perizinan impor yang berlaku mulai 1 Juni 2026. Sistem baru ini mendorong bank-bank yang memiliki lisensi impor untuk memanfaatkan kuota yang dikendalikan ketat oleh People's Bank of China (PBOC) secara maksimal. 

Bank Komersial Turut Menimbun

Bank-bank komersial di China juga meningkatkan persediaan emas untuk memenuhi kebutuhan penjualan fisik kepada nasabah dan program tabungan atau akumulasi emas yang semakin populer. 

"Bank-bank komersial perlu membangun persediaan untuk menyediakan dukungan fisik bagi penjualan emas ritel dan rencana akumulasi emas, sekaligus menjaga cadangan pengaman untuk saat permintaan melonjak," jelas Wu. 

Kinerja Impor Semester I 2026

Secara kumulatif, impor emas China hingga akhir Mei 2026 telah mencapai sekitar 692 ton, melonjak 76% dibandingkan periode yang sama pada 2025. Lonjakan ini menunjukkan tren permintaan emas yang tetap kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Analis memperkirakan permintaan emas China akan tetap solid didukung oleh faktor musiman dan kebiasaan investor lokal yang menjadikan emas sebagai lindung nilai terhadap risiko ekonomi. 

( berbagai sumber