Djokovic Belum Menyerah Kejar Gelar Ke-25 Grand Slam meski Gagal di Wimbledon 2026

Petenis Serbia Novak Djokovic (kanan) memeluk petenis Italia Jannik SInner (kiri) seusai pertandingan babak semifinal Wimbledon di Centre Court All England Club, London, Inggris, Jumat (10/7/2026). (Foto: Wimbledon)
Editor: A. Rayyan K

GEBRAK.ID – Novak Djokovic belum mampu mewujudkan ambisinya menjuarai Wimbledon 2026. Langkah petenis Serbia itu terhenti di babak semifinal setelah takluk dari petenis nomor satu dunia, Jannik Sinner, dalam pertandingan tiga set langsung.

Meski berhasil menembus empat besar, Djokovic mengaku belum puas dengan pencapaiannya. Baginya, lolos hingga semifinal bukanlah target akhir, terlebih ia telah terbiasa bersaing untuk mengangkat trofi Grand Slam.

"Bagus, tetapi belum cukup," kata Djokovic seperti dikutip dari laman ATP, Sabtu (11/7/2026).

Petenis berusia 39 tahun itu mengakui sebagian besar pemain tentu akan menganggap hasil tersebut sebagai pencapaian luar biasa. Namun, standar yang ia pasang untuk dirinya sendiri jauh lebih tinggi.

"Saya rasa bagi 99 persen pemain, itu hasil yang sangat bagus. Bagi saya, itu bagus, tetapi belum cukup karena saya terbiasa dengan hasil dan pencapaian di level tertinggi," ujar Djokovic.

Sepanjang musim 2026, Djokovic telah mencatat satu kali tampil di final dan satu kali mencapai semifinal Grand Slam. Meski usia terus bertambah, pemilik 24 gelar Grand Slam itu masih yakin mampu bersaing dengan para petenis terbaik dunia.

Menurutnya, selama kondisi fisiknya tetap prima, peluang untuk kembali merebut gelar Grand Slam masih terbuka lebar.

Kekalahan dari Sinner di Wimbledon sekaligus memperpanjang dominasi petenis Italia tersebut. Dalam tujuh pertemuan terakhir, Djokovic hanya sekali mampu mengalahkan Sinner, yakni pada semifinal Australian Open awal musim ini.

"Tentu saya kecewa. Saya ingin memenangi Wimbledon. Itulah alasan saya masih bekerja sangat keras. Namun, saya kalah dari pemain yang lebih baik. Saya harus menerimanya," kata Djokovic.

Djokovic menilai Sinner tampil nyaris tanpa cela. Servis yang semakin tajam serta permainan agresif dari baseline membuatnya kesulitan mengembangkan permainan.

"Saya tidak kecewa pada diri sendiri. Saya rasa saya tidak melakukan banyak kesalahan. Dia memang tampil satu atau dua level lebih baik daripada saya," jelasnya.

Sejak terakhir mengangkat trofi Wimbledon pada 2022, Djokovic belum mampu kembali menjadi juara. Ia kalah di final edisi 2023 dan 2024 dari Carlos Alcaraz, lalu terhenti di semifinal pada 2025 dan 2026 setelah disingkirkan Sinner.

Meski demikian, Djokovic tetap melihat banyak hal positif dari penampilannya di All England Club tahun ini. Salah satunya saat memenangi laga dramatis melawan Felix Auger-Aliassime pada perempat final melalui tie-break set kelima dalam pertandingan berdurasi lima jam 15 menit yang tercatat sebagai laga perempat final terlama dalam sejarah Wimbledon.

"Saya bangga dengan apa yang saya capai beberapa hari lalu. Saya membuktikan kepada diri sendiri dan orang lain bahwa saya masih bisa bermain di level tertinggi. Saya mencapai empat besar Wimbledon," ucapnya.

Kini, fokus Djokovic beralih ke US Open 2026. Turnamen yang terakhir kali dimenanginya pada 2023 itu akan menjadi kesempatan berikutnya untuk memburu gelar Grand Slam ke-25 sepanjang kariernya.

(Sumber: ATP)