Heboh! 23 Juta Orang Teken Petisi Larang Argentina Tampil Lagi di Piala Dunia, FIFA Diminta Bertindak

Kekalahan Argentina dari Spanyol pada final Piala Dunia FIFA 2026 berbuntut panjang. Tampak para pemain timnas Argentina membalikkan badan saat Spanyol merayakan dengan trofi juara Piala Dunia. (Foto: Tangkapan layar X)
Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID, JAKARTA -- Kekalahan Argentina dari Spanyol pada final Piala Dunia FIFA 2026 berbuntut panjang. Di luar hasil pertandingan, kontroversi yang terjadi usai peluit akhir memicu gelombang protes global hingga muncul petisi daring yang meminta FIFA melarang Argentina tampil di ajang Piala Dunia pada masa mendatang.

Petisi bertajuk Argentina Out tersebut dikabarkan telah mengumpulkan lebih dari 23 juta tanda tangan dari berbagai negara. Kampanye itu muncul setelah insiden yang terjadi seusai final Piala Dunia 2026 yang dimenangkan Spanyol dengan skor 1-0 melalui gol Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu.

Selain mengakhiri dominasi Argentina, pertandingan itu juga diwarnai kericuhan yang kini menjadi perhatian Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA).

Petisi Tembus 23 Juta Tanda Tangan

Berdasarkan laporan Times of India yang dikutip CNBC Indonesia, Senin (27/7/2026), petisi Argentina Out resmi ditutup pada 19 Juli 2026 dengan total 23.316.108 tanda tangan yang disebut berasal dari sekitar 170 negara.

Petisi tersebut meminta FIFA menjatuhkan sanksi berupa larangan bagi Argentina mengikuti Piala Dunia berikutnya. Para penggagas menilai tindakan sejumlah pemain dan ofisial Albiceleste setelah laga final telah mencoreng citra sepak bola internasional.

Jumlah dukungan terhadap petisi itu disebut hampir menyamai rekor dunia Guinness untuk petisi daring dengan jumlah penandatangan terbanyak.

Namun demikian, petisi daring tidak memiliki kekuatan hukum untuk memaksa FIFA menjatuhkan sanksi. Keputusan tetap berada di tangan badan sepak bola dunia melalui mekanisme disiplin yang berlaku.

FIFA Masih Lakukan Investigasi

Usai insiden di laga final, FIFA membuka proses investigasi terhadap sejumlah kejadian yang berlangsung setelah pertandingan berakhir.

Penyelidikan mencakup dugaan pelanggaran disiplin yang melibatkan beberapa pemain, anggota staf pelatih, hingga Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA).

Hingga saat ini FIFA belum mengumumkan hasil akhir maupun kemungkinan sanksi yang akan dijatuhkan.

Presiden Argentina Bereaksi

Di tengah ramainya kritik dari berbagai negara, Presiden Argentina Javier Milei justru memberikan respons yang bernada membela tim nasionalnya.

Melalui media sosial, Milei menegaskan dukungannya kepada Argentina dan menyebut negaranya tidak perlu gentar menghadapi kritik dari luar.

"Apakah Anda punya musuh? Itu berarti Anda pernah membela sesuatu. Kami membela Argentina," tulis Milei.

Dalam unggahan lainnya, Milei juga menyatakan bahwa Argentina menjadi sasaran kritik karena dianggap sebagai negara yang menonjol di dunia sepak bola.

Milei bahkan mengunggah ilustrasi hasil kecerdasan buatan (AI) yang memperlihatkan dirinya membuka jas dan mengenakan jersey Timnas Argentina, disertai pesan bernada patriotik.

Muncul Petisi Tandingan

Kontroversi tersebut juga memicu reaksi dari dalam negeri Argentina.

Sejumlah pendukung Tim Tango membuat petisi tandingan yang meminta laga final diulang. Mereka menuding kepemimpinan wasit asal Slovenia, Slavko Vinčić, tidak adil dalam pertandingan.

Namun hingga kini belum ada bukti yang menguatkan tuduhan tersebut. Presiden AFA Claudio "Chiqui" Tapia bahkan mengimbau publik Argentina menerima hasil pertandingan dan menghormati kemenangan Spanyol.

Sementara itu, Pelatih Spanyol Luis de la Fuente mengecam insiden yang terjadi seusai pertandingan dan menyebut tindakan tersebut tidak dapat diterima.

Di sisi lain, beberapa pemain Argentina, termasuk Leandro Paredes, masih berada dalam pemantauan FIFA selama proses investigasi berlangsung.

Hingga saat ini belum ada keputusan resmi dari FIFA terkait kemungkinan sanksi terhadap Argentina. Proses disiplin masih berjalan dan hasilnya akan diumumkan setelah seluruh tahapan investigasi selesai dilakukan.

(Berbagai Sumber)