GEBRAK.ID, JAKARTA – Ganda putri Indonesia Janice Tjen/Aldila Sutjiadi sukses mengamankan tiket ke babak kedua Wimbledon 2026 setelah menaklukkan pasangan tuan rumah, Harriet Dart/Maia Lumsden, dalam dua set langsung 6-3, 6-4 di All England Club, London, Jumat (3/7/2026) WIB.
Kemenangan ini terasa semakin istimewa karena sekaligus menjadi ajang balas dendam bagi pasangan Merah Putih. Beberapa pekan sebelumnya, Janice dan Aldila harus mengakui keunggulan Dart/Lumsden pada semifinal Nottingham Open. Kali ini, mereka tampil jauh lebih siap dan berhasil membalikkan keadaan.
Janice/Aldila hanya membutuhkan waktu 1 jam 30 menit untuk memastikan kemenangan. Sejak awal laga, keduanya langsung menunjukkan permainan agresif dengan menguasai ritme pertandingan.
Setelah merebut gim pembuka, pasangan Indonesia melesat dengan memenangi tiga gim berturut-turut hingga unggul 4-1. Keunggulan tersebut mampu dipertahankan dengan baik hingga mereka menutup set pertama dengan skor 6-3.
Memasuki set kedua, dominasi Janice dan Aldila belum mengendur. Mereka langsung mematahkan servis lawan pada gim pertama dan terus menjaga keunggulan hingga skor 4-2.
Pasangan Inggris sempat memberikan tekanan dengan memperkecil ketertinggalan menjadi 4-5. Namun, ketenangan Janice dan Aldila menjadi pembeda. Mereka berhasil mengamankan gim ke-10 sekaligus mengunci kemenangan 6-4 untuk memastikan langkah ke putaran berikutnya.
Berdasarkan statistik resmi Wimbledon, pasangan Indonesia unggul dalam berbagai aspek permainan. Janice dan Aldila membukukan empat ace, sementara Dart/Lumsden hanya menghasilkan satu ace.
Konsistensi permainan juga menjadi modal penting kemenangan mereka. Janice/Aldila hanya melakukan sedikit kesalahan sendiri dibandingkan pasangan tuan rumah yang lebih sering kehilangan poin akibat unforced error.
Efektivitas servis pertama turut menjadi salah satu kunci sukses. Pasangan Indonesia mencatatkan akurasi servis pertama sebesar 73 persen atau 56 dari 77 percobaan, sedikit lebih baik dibandingkan lawan yang mencatatkan 68 persen.
Tak hanya itu, Janice/Aldila juga tampil lebih efektif saat memainkan servis kedua dengan memenangi 57 persen poin. Dalam duel pengembalian servis, pasangan Indonesia juga lebih dominan dengan mengoleksi 49 poin penerimaan.
Keunggulan lainnya terlihat saat memanfaatkan peluang break point. Dari sembilan kesempatan yang diperoleh, Janice dan Aldila sukses mengonversi empat di antaranya menjadi poin, sedangkan pasangan Inggris hanya mampu memanfaatkan dua dari sembilan peluang.
Secara keseluruhan, pasangan Indonesia mengumpulkan 81 poin sepanjang pertandingan, unggul atas Dart/Lumsden yang mengoleksi 70 poin. Catatan tersebut menegaskan dominasi Janice dan Aldila dalam laga pembuka turnamen Grand Slam paling bergengsi di lapangan rumput tersebut.
Kemenangan ini juga menjadi momentum kebangkitan bagi Janice Tjen. Sebelumnya, langkahnya di nomor tunggal harus terhenti pada babak kedua setelah kalah melalui pertarungan tiga set melawan petenis Australia, Daria Kasatkina. Kini, bersama Aldila Sutjiadi, Janice masih menjaga asa Indonesia untuk berbicara lebih jauh di sektor ganda putri Wimbledon 2026.
(Sumber: WTA)
