GEBRAK.ID, JAKARTA -- Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) RI mulai mematangkan rencana rekonstruksi Rumah Proklamasi yang menjadi lokasi bersejarah pembacaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Bangunan yang pernah dibongkar pada era 1960-an itu akan dihadirkan kembali sebagai pusat sejarah sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon meninjau langsung kawasan Taman Proklamasi, Menteng, Jakarta, sebagai bagian dari persiapan pembangunan kembali Rumah Proklamasi. Nantinya, bangunan tersebut dirancang menjadi museum hidup yang menghadap langsung ke Monumen Proklamasi Soekarno-Hatta dan Monumen Petir sehingga membentuk satu kawasan sejarah yang utuh.
Menurut Fadli Zon, rekonstruksi ini tidak sekadar membangun kembali bangunan bersejarah, tetapi juga menghadirkan ruang pembelajaran yang mampu menarasikan perjalanan lahirnya bangsa Indonesia kepada generasi muda.
"Kami sudah meminta para arsitek, sejarawan, arkeolog, juga tokoh yang mempunyai pengetahuan tentang Rumah Proklamasi. Diskusi-diskusi telah dilakukan dan mudah-mudahan bisa segera kita realisasikan pembangunan (replika) Rumah Proklamasi," ujar Fadli Zon dalam siaran pers Kemenbud, Minggu (26/7/2026).
Fadli Zon menjelaskan, replika Rumah Proklamasi akan diarahkan menjadi Museum Proklamasi yang terintegrasi dengan Monumen Proklamasi Soekarno-Hatta serta Monumen Petir. Integrasi tersebut diharapkan membentuk ekosistem sejarah dan edukasi yang komprehensif bagi masyarakat.
Dalam tahap perencanaan, posisi Rumah Proklamasi akan dibuat sejajar dengan Monumen Proklamasi sebagai orientasi utama kawasan. Selain itu, sistem kunjungan juga disusun dalam satu alur edukasi yang membawa pengunjung memahami kronologi peristiwa, ruang pembacaan Proklamasi, hingga monumen yang menjadi simbol perjuangan bangsa.
Untuk merealisasikan proyek tersebut, Kementerian Kebudayaan akan berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Sekretariat Negara dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Koordinasi itu dilakukan guna memastikan aspek kepemilikan lahan dan berbagai persiapan pembangunan berjalan sesuai rencana.
Kementerian Kebudayaan menegaskan bahwa rekonstruksi Rumah Proklamasi merupakan bagian dari upaya menjaga memori kolektif bangsa. Kehadiran museum ini diharapkan tidak hanya merekam jejak sejarah kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang edukasi yang menanamkan nilai perjuangan, persatuan, dan semangat kebangsaan kepada generasi penerus.
(Sumber: Humas Kemenbud RI)
