Sopir Taksi Online Ditemukan Tergeletak di Jalan Dharmawangsa Kebayoran Baru, Polisi: Tak Ada Tanda Kekerasan

Kepolisian melakukan evakuasi terhadap jenazah seorang sopir taksi daring yang tergeletak di Jalan Dharmawangsa X, Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (27/7/2026). (Foto: Polda Metro Jaya)
Editor: Saeful Imam

GEBRAK.ID, JAKARTA -- Seorang sopir taksi daring ditemukan tergeletak di Jalan Dharmawangsa X, Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Senin (27/7/2026) malam. Korban diduga meninggal dunia akibat sakit setelah sempat mengeluhkan kondisi tubuhnya saat mengemudi.

Kapolsek Kebayoran Baru AKBP Nugrahadi Kusuma mengatakan, peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan masyarakat melalui layanan darurat 110.

"Dilaporkan melalui layanan 110, korban ditemukan sudah tergeletak. Tidak ada tanda-tanda kekerasan, memang sakit," ujar Nugrahadi kepada wartawan di Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Berdasarkan keterangan yang diperoleh kepolisian, korban sebelumnya masih sempat mengantar seorang penumpang. Di tengah perjalanan, korban mengeluhkan kondisi kesehatannya yang kurang baik.

Melihat tujuan perjalanan sudah hampir tiba, penumpang memutuskan turun lebih awal. "Kata penumpangnya, 'Saya turun di sini saja, karena sudah dekat'," kata Nugrahadi.

Setelah penumpang turun, korban terlihat sempat meminum air putih. Namun, penumpang yang merasa khawatir kemudian kembali menghampiri dan mendapati sopir tersebut sudah tergeletak.

Penumpang bersama warga sekitar kemudian meminta bantuan dan melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian melalui layanan 110.

Tak lama berselang, Tim Inafis bersama petugas ambulans dari Polres Metro Jakarta Selatan tiba di lokasi untuk melakukan identifikasi sekaligus mengevakuasi korban.

"Petugas melakukan proses identifikasi dan evakuasi pengendara minibus yang tutup usia," jelas Nugrahadi.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi memastikan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya.

Meski demikian, kepolisian tetap melakukan prosedur identifikasi guna memastikan penyebab pasti meninggalnya korban sebelum jenazah diserahkan kepada pihak keluarga.

(Sumber: Polda Metro Jaya)