Wamendikdasmen: Revitalisasi Sekolah Bukan Sekadar Bangun Gedung, tapi Hadirkan Pendidikan yang Memanusiakan

Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq berbincang dengan seorang murid di sela-sela peresmian Laboratorium IPA, Laboratorium Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), serta fasilitas Unit Kesehatan Sekolah (UKS) di Pondok Pesantren Bumi Cendekia, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (24/7/2026). (Foto: Humas Kemendikdasmen)
Editor: Endro Yuwanto

GEBRAK.ID, Yogyakarta -- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan bahwa program Revitalisasi Satuan Pendidikan tidak hanya berfokus pada pembangunan gedung dan fasilitas fisik. Lebih dari itu, program tersebut diarahkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang mampu membentuk karakter, mengasah nalar kritis, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial peserta didik.

Pesan itu disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq saat meresmikan Laboratorium IPA, Laboratorium Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), serta fasilitas Unit Kesehatan Sekolah (UKS) di Pondok Pesantren Bumi Cendekia, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (24/7/2026).

Menurut Wamen Fajar, revitalisasi infrastruktur pendidikan merupakan salah satu program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto untuk memastikan seluruh anak Indonesia memperoleh kesempatan belajar yang setara, baik di sekolah negeri, swasta, pesantren, maupun satuan pendidikan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

"Laboratorium IPA dan TIK ini diserahkan agar para santri memiliki ruang untuk mempraktikkan ilmu dan menguji teori. Namun, laboratorium yang sesungguhnya adalah masyarakat, sebagai laboratorium sosial untuk melatih kepekaan, keharmonisan, dan komunikasi," ujar Wamen Fajar di hadapan para santri.

Wamen Fajar menekankan bahwa pendidikan yang berkualitas tidak hanya diukur dari kelengkapan fasilitas, tetapi juga dari kemampuannya membentuk generasi yang siap menghadapi tantangan kehidupan sekaligus memiliki karakter yang kuat.

Dukungan pemerintah tersebut disambut positif oleh Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Cendekia, Tuan Guru Hairus Salim H.S. Menurutnya, keberadaan laboratorium baru akan memperkuat pembelajaran sains dan teknologi bagi para santri yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Papua hingga Sumatra.

"Pesantren kami dikelola secara kolegial dan bertekad menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, serta bebas dari perundungan atau zero bullying dan kekerasan. Bantuan Laboratorium TIK dan IPA dari Kemendikdasmen menjadi bukti sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan swasta untuk melahirkan generasi yang beriman sekaligus berwawasan luas," kata Hairus Salim.

Usai meresmikan fasilitas di Pondok Pesantren Bumi Cendekia, Wamen Fajar melanjutkan agenda kunjungannya dengan melakukan peletakan batu pertama pembangunan fasilitas baru di TK Aisyiyah.

Dalam kesempatan itu, Wamen Fajar juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak menghadapi perkembangan teknologi digital. Menurutnya, penggunaan gawai perlu diarahkan secara bijak agar tidak memicu ketergantungan maupun berdampak terhadap kesehatan mental anak.

Wamen Fajar menjelaskan, Kemendikdasmen telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 18 Tahun 2026 tentang pembatasan penggunaan gawai di lingkungan sekolah. Kebijakan tersebut bertujuan membangun kebiasaan belajar yang sehat sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang berpihak pada kepentingan peserta didik.

"Keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sekolah. Sekolah yang baik adalah sekolah yang mampu melibatkan orang tua secara aktif dalam proses pendidikan. Ketika keluarga dan sekolah berjalan beriringan, anak akan tumbuh dalam lingkungan yang mendukung perkembangan karakter, kompetensi, dan kesejahteraan mereka," ujar Wamen Fajar.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen di Daerah Istimewa Yogyakarta, di antaranya Kepala Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK), Kepala Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Seni dan Budaya, Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), Kepala Balai Bahasa DIY, serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman.

Melalui revitalisasi fasilitas pendidikan dan penguatan kolaborasi antara sekolah, keluarga, serta pemerintah, Kemendikdasmen berharap seluruh anak Indonesia memperoleh akses pendidikan yang berkualitas dan mampu tumbuh menjadi generasi yang siap menjadi agen perubahan bagi bangsa.

(Sumber: Kemendikdasmen)