Nissin Ciptakan Sejarah Baru: Mi Instan Cold Cup yang Ludes dalam Sepekan

1787492015997

Hanya dengan air dingin dan waktu 5 menit, inovasi Nissin ini terjual habis jauh lebih cepat dari perkiraan.(Foto: ist)

Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID,JAKARTA–Produsen mi instan raksasa asal Jepang, Nissin Foods, kembali mengguncang industri kuliner global. Inovasi terbarunya, mi instan cup yang cukup diseduh dengan air dingin atau Cold Cup Noodle, ludes terjual hanya dalam waktu satu minggu sejak peluncuran resmi pada 20 Juli 2026.

Kesuksesan ini melampaui ekspektasi Nissin yang awalnya memperkirakan stok perdana untuk dua varian rasa yaitu Spicy Kimchi dan Chicken Salt Lemon akan bertahan hingga satu atau dua bulan. Lonjakan permintaan yang signifikan ini dipicu oleh kombinasi fenomena gelombang panas ekstrem yang melanda Jepang serta euforia produk yang mendadak viral di media sosial.

Terobosan Baru Setelah 55 Tahun

Inovasi ini menandai babak baru dalam sejarah panjang Nissin. Selama lebih dari setengah abad, sejak pendiri Nissin, Momofuku Ando, menciptakan mi instan pertama di dunia pada tahun 1958, penyajian mi instan selalu bergantung pada air panas.

Peluncuran Cold Cup Noodle juga bertepatan dengan peringatan 55 tahun Cup Noodle yang pertama kali diperkenalkan pada 1971. Produk yang dijual dengan harga 307 yen (sekitar Rp 32.500) per porsi ini menawarkan cara penyajian yang revolusioner. Konsumen hanya perlu menuangkan air dingin biasa ke dalam cup, menunggu selama lima menit sedikit lebih lama dari tiga menit mi instan biasa dan mi siap dinikmati dengan tekstur halus namun kenyal.

Riset Lima Tahun dan Teknologi Paten

Dibalik kesederhanaan penyajiannya, terdapat proses riset dan pengembangan yang panjang. Nissin, yang memiliki kapitalisasi pasar 869 miliar yen, mengungkapkan bahwa produk ini merupakan hasil penelitian selama lima tahun .Kunci utamanya adalah proses paten khusus yang memungkinkan mi berehidrasi (mengembang) sempurna dalam air dingin.

Teknologi berlapis paten ini, yang disebut Cold Rehydrate, dirancang untuk memastikan mi tetap memiliki tekstur kenyal dan lembut khas Cup Noodle meski tanpa bantuan air panas.

Analis Macquarie Equity Research, Linda Huang, menilai strategi ini sebagai langkah yang sangat efektif. “Nissin mempercepat peluncuran produk dan rasa inovatif yang disesuaikan dengan budaya makan yang semakin beragam dan berfokus pada distribusi seimbang di berbagai saluran,” tulisnya dalam laporan riset yang dikutip oleh South China Morning Post.

Viral di Medsos dan Jadi Primadona Global

Fenomena Cold Cup Noodle tidak hanya berhenti di rak-rak toko. Produk ini menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Para influencer berlomba-lomba membuat konten uji rasa, bahkan bereksperimen dengan menyeduh mi menggunakan cairan lain seperti susu kedelai atau teh.

Demam mi instan dingin ini pun merambah ke luar Jepang. Surat kabar Hong Kong, The Standard, melaporkan bahwa sebuah toko lokal di Hong Kong menggelar acara penjualan satu hari yang memicu antrean panjang warga untuk sekadar mencicipi inovasi kuliner terbaru dari Jepang tersebut.

Lebih dari Sekadar Camilan Musim Panas

Selain menjadi penawar dahaga di tengah cuaca panas ekstrem, Nissin mengidentifikasi fungsi lain yang tak terduga dari produk ini. Perusahaan menyatakan bahwa mereka telah menerima masukan dari konsumen yang melihat Cold Cup Noodle sebagai alternatif makanan darurat yang ideal. Produk ini tidak memerlukan langkah ekstra untuk menyiapkan air panas, menjadikannya pilihan praktis dalam situasi bencana atau saat akses ke sumber daya terbatas. “Perusahaan telah menerima masukan bahwa mi dingin ini juga dapat digunakan sebagai makanan darurat, mengingat produk ini tidak memerlukan langkah ekstra untuk menyiapkan air panas,” tulis pernyataan resmi Nissin.

Rencana Ke Depan

Meski sukses besar, pihak Nissin masih belum memutuskan langkah selanjutnya. Juru bicara perusahaan menyatakan bahwa belum ada keputusan terkait peningkatan produksi, penjualan sepanjang tahun, atau penambahan varian rasa baru. Semuanya akan dievaluasi berdasarkan kinerja penjualan produk ini ke depan. Namun, kesuksesan Cold Cup Noodle sekali lagi membuktikan bahwa inovasi adalah kunci Nissin untuk tetap memimpin pasar mi instan global.

( berbagai sumber)

Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID