Air PDAM Depok Mati Berjam-jam, Warga Terpaksa Beli Galon untuk Mandi dan BAB
Aliran air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) atau PT Tirta Asasta Depok dikeluhkan warga karena mati berjam-jam sejak Selasa (1/9/2026). Gangguan terjadi di hampir di seluruh wilayah, di antaranya Sawangan, Cilodong, Meruyung, dan Cipayung. (Foto: PT Tirta Asasta Depok)
GEBRAK.ID, DEPOK — Aliran air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) atau PT Tirta Asasta Depok dikeluhkan warga karena mati berjam-jam sejak Selasa (1/9/2026) sore. Gangguan terjadi hampir di seluruh wilayah, di antaranya Sawangan, Cilodong, Meruyung, dan Cipayung.
Sejumlah pelanggan mengaku hingga Rabu (2/9/2026) pagi aliran air belum kembali normal. Sudah lebih dari 15 jam air tak mengalir di rumah warga. Kondisi tersebut membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari mandi, mencuci, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.
Keluhan pelanggan ramai disampaikan melalui akun Instagram resmi PT Tirta Asasta Depok, @asastadepok. Warga juga menyampaikan keluhan melalui akun Instagram Wali Kota Depok @bangsupians.
Seorang warga bernama Dewi mengaku kecewa dengan gangguan tersebut. Menurut dia, air merupakan kebutuhan dasar sehingga penghentian layanan tanpa informasi yang memadai sangat mengganggu aktivitas masyarakat.
“Bila telat bayar didenda. PDAM Depok selama ini juga gencar mengkampanyekan pasang baru PDAM ke warga Depok. Tapi kalau pelayanannya seperti ini, tentu merugikan warga,” kata Dewi.
Keluhan serupa disampaikan Lia. Ia mengatakan air PAM di rumahnya sudah tidak mengalir sejak Selasa pukul 16.00 WIB. Karena tidak sempat menampung air, Lia terpaksa membeli air galon untuk kebutuhan mandi, cuci, kakus (MCK).
“Saya dari jam empat sore kemarin nggak ngalir air PAM. Nggak sempat nampung air, jadi beli galon buat buang air kecil dan BAB,” kata Lia, Rabu (2/9/2026).
Di media sosial, pelanggan lainnya juga mengeluhkan gangguan layanan yang disebut terjadi secara mendadak dan bukan kali pertama. Sebagian warga bahkan mengaku terpaksa pernah menampung air hujan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Tirta Asasta kemudian mengumumkan adanya gangguan aliran air bersih di sejumlah wilayah Kota Depok sejak Selasa sore, 1 September 2026. Manajemen menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan.
Namun, dalam informasi yang beredar hingga Rabu pagi ini, belum dijelaskan secara rinci penyebab gangguan, wilayah terdampak secara keseluruhan, maupun perkiraan waktu layanan kembali normal.
Berdasarkan situs resminya, PT Tirta Asasta Depok melayani lebih dari 102 ribu pelanggan yang tersebar di 11 kecamatan. Perusahaan juga menyediakan Helpdesk Tirta Asasta dan aplikasi ASASTAKU untuk pengaduan, informasi kepelangganan, serta notifikasi status laporan.
Gangguan serupa sebelumnya terjadi pada 26 Agustus 2026 akibat pekerjaan revitalisasi pipa di depan Perumahan Taman Manggis Permai. Saat itu, sejumlah wilayah terdampak, antara lain Jalan H Dimun Raya, Jalan Mawar, Vila Pertiwi Lama, Kampung Sidamukti, Mutiara Biru, dan Tirta Mandala.
Tirta Asasta juga memiliki armada tangki untuk membantu pelanggan yang kesulitan memperoleh air. Pada Juli 2026, perusahaan menyebut telah menyalurkan air bersih menggunakan mobil tangki berkapasitas 5.000 liter kepada warga yang membutuhkan.
Warga kini berharap Tirta Asasta segera memberikan informasi yang lebih jelas mengenai penyebab gangguan, wilayah terdampak, serta estimasi waktu air kembali mengalir normal. Kepastian tersebut dibutuhkan agar pelanggan dapat mengantisipasi kebutuhan air, terutama karena gangguan telah berlangsung sejak Selasa sore dan memasuki Rabu pagi belum sepenuhnya diketahui kapan berakhir.
(Dinar Kencana/Berbagai Sumber)
