Asian Games Aichi-Nagayo 2026 Resmi Dibuka, Indonesia Pamer Budaya Bali-Batak dan Bidik 4 Emas

tim-indonesia-di-opening-ceremony-asian-games-2026-1789812121236_169

Kontingen Indonesia menampilkan budaya Batak dan Bali di pembukaan Asian Games Aichi-Nagoya 2026. (Foto: NOC Indonesia)

GEBRAK.ID — Asian Games Aichi-Nagoya 2026 resmi dibuka di Paloma Mizuho Stadium, Nagoya, Jepang, Sabtu (19/9/2026). Upacara pembukaan menandai dimulainya pesta olahraga terbesar di Asia yang diikuti kontingen dari 45 negara dan kawasan.

Seremoni pembukaan mengusung tema “Harmonic Heart Beat” dan menampilkan perpaduan seni, musik, tata cahaya, serta pertunjukan budaya Jepang. Kaisar Jepang Naruhito secara resmi menyatakan Asian Games ke-20 dibuka.

Presiden Komite Penyelenggara Asian Games dan Asian Para Games Aichi-Nagoya, Ohmura Hideaki, mengatakan, Asian Games tidak hanya menjadi ajang persaingan olahraga, tetapi juga momentum mempererat persahabatan dan solidaritas masyarakat Asia.

“Di bawah cita-cita luhur Olympic Council of Asia untuk mempromosikan persahabatan dan perdamaian internasional, kami merasa sangat terhormat menjadi tuan rumah Asian Games di Aichi-Nagoya dengan slogan ‘Imagine One Asia’,” kata Ohmura.

Ohmura berharap para atlet dapat memberikan penampilan terbaik sekaligus menghadirkan inspirasi bagi generasi muda Asia. Menurutnya, kekuatan olahraga dapat menjadi sarana mempertemukan masyarakat dari berbagai negara dalam semangat persahabatan.

Indonesia turut mencuri perhatian dalam seremoni melalui penampilan budaya Bali dan Batak. Dua atlet yang dipercaya menjadi pembawa bendera Merah Putih atau flag bearer adalah pebasket Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma Dewi dan karateka Daniel Hutapea.

Dewa Ayu mengenakan busana dengan sentuhan budaya Bali, sesuai dengan daerah asalnya. Sementara Daniel tampil dengan unsur budaya Batak Toba dan menyandingkan kain ulos pada busananya.

“Sebagai flag bearer, saya juga punya tanggung jawab untuk memberikan performa terbaik saat bertanding. Saya ingin menjadikan momen ini sebagai energi tambahan, bukan hanya untuk diri saya sendiri, tetapi juga untuk teman-teman satu tim dan seluruh kontingen Indonesia,” ujar Dewa Ayu dalam keterangan NOC Indonesia.

Daniel juga mengaku bangga mendapat kesempatan membawa identitas budaya Batak sekaligus Merah Putih pada panggung Asian Games.

Bukan hanya dua flag bearer, unsur budaya Nusantara juga hadir dalam pakaian kontingen Indonesia. Motif Gorga khas Batak dan elemen budaya Bali menjadi bagian dari identitas visual Tim Indonesia dalam seremoni pembukaan.

Setelah seremoni pembukaan, perhatian Indonesia langsung beralih ke arena pertandingan. Kontingen Merah Putih terdiri atas 430 atlet dan 145 ofisial yang akan bertanding di 35 cabang olahraga. Jumlah tersebut telah difinalisasi dalam Delegation Registration Meeting.

Indonesia memasang target empat medali emas pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Peraih medali emas juga dijanjikan bonus Rp3 miliar.

Peluang Indonesia membuka keran emas sudah tersedia pada Minggu (20/9/2026). Dua cabang olahraga yang menjadi perhatian adalah teqball dan modern pentathlon.

Di teqball, Sumaya menjadi salah satu peluang Indonesia setelah memastikan tempat di final nomor tunggal putri. Sementara modern pentathlon juga menjadi salah satu cabang yang diharapkan dapat menyumbangkan medali emas.

Dengan resmi dibukanya Asian Games Aichi-Nagoya 2026, perjuangan 430 atlet Indonesia kini memasuki fase utama. Selain mengejar target empat emas, kontingen Merah Putih juga membawa misi memperkenalkan keberagaman budaya Indonesia di panggung olahraga Asia.

(A. Rayyan K/Berbagai Sumber)