Yoga Ardika Putra Ukir Sejarah, Teqball Sumbang Medali Kedua Indonesia di Asian Games

yoga-ardika-putra-meraih-medali-perunggu-di-asian-games-2026-1789878924932_169

Yoga Ardika Putra mengukir sejarah untuk Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Debutan teqball Indonesia itu berhasil meraih medali perunggu nomor tunggal putra sekaligus mempersembahkan medali pertama Merah Putih dari cabang olahraga teqball di ajang Asian Games. (Foto: Tangkapan layar Instagram/@timindonesiaoffcial)

GEBRAK.ID — Yoga Ardika Putra mengukir sejarah untuk Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Debutan teqball Indonesia itu berhasil meraih medali perunggu nomor tunggal putra sekaligus mempersembahkan medali bagi tim Merah Putih dari cabang olahraga teqball di ajang Asian Games.

Yoga meraih podium ketiga setelah memenangkan pertandingan perebutan medali perunggu di Nagoya City Higashi Sports Center, Jepang, Minggu (20/9/2026). Prestasi tersebut menjadi catatan penting karena teqball baru menjalani debutnya sebagai cabang olahraga di Asian Games 2026.

“Tentu rasanya senang bisa dapat medali di Asian Games. Ini pencapaian yang luar biasa. Perjuangan kita di Indonesia terbayar di Asian Games ini,” ujar Yoga.

Atlet berusia 21 tahun yang juga tercatat sebagai mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) tersebut menilai keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan keluarga. Ia mempersembahkan medali itu untuk orang-orang terdekat yang selama ini mendukung perjalanan kariernya di teqball.

“Medali ini untuk keluarga, sebetulnya. Keluarga tentu mendukung 100 persen apa yang saya lakukan, tentunya dalam hal yang positif. Dalam hal ini, berlatih di teqball, ya didukung 100 persen,” kata Yoga.

Perjalanan Yoga menuju podium juga tidak mudah. Pada pertandingan pembuka fase Grup B, ia langsung menghadapi wakil Vietnam Truong Giang Ba dan menang melalui pertarungan tiga set, 7-12, 12-11, 12-8. Yoga kemudian menundukkan wakil Laos Alisa dengan skor 12-5, 12-6.

Hasil tersebut menjadi modal penting bagi Yoga untuk melanjutkan persaingan hingga perebutan medali. Sebelumnya, ia mengaku menjaga fokus dan tidak ingin terpengaruh tekanan selama menjalani debut di Asian Games.

“Cukup fokus dengan kemampuan yang kita punya dan percaya diri. Kualitas fokusnya tidak boleh terbawa dengan permainan lain,” ujar Yoga saat mengawali perjuangannya di Nagoya.

Yoga berharap pencapaian tersebut mendorong perkembangan teqball di Indonesia. Menurutnya, prestasi di Asian Games bisa menjadi bukti bahwa olahraga yang memadukan unsur sepak bola dan tenis meja tersebut memiliki potensi untuk berkembang lebih besar di Tanah Air.

“Dengan hasil ini, target medali tercapai. Ke depannya, semoga mendapat dukungan penuh untuk federasi teqball di Indonesia agar ke depannya lebih berkembang,” jelas Yoga. “Tentu, akan terus berjuang, raih medali emas pada kesempatan lainnya. Terima kasih masyarakat Indonesia sudah mendukung teqball Tim Indonesia di Asian Games. Terima kasih.”

Selain Yoga, Indonesia juga mendapatkan medali perunggu dari tim beregu putra soft tenis pada hari yang sama. Sementara itu, medali pertama Indonesia di Asian Games 2026 sebelumnya dipersembahkan Seraf Naro Siregar dari nomor changquan putra cabang wushu.

Dengan demikian, perunggu Yoga menjadi medali kedua Indonesia sekaligus tonggak pertama teqball Indonesia di Asian Games. Capaian tersebut semakin penting karena cabang olahraga ini baru pertama kali dipertandingkan pada pesta olahraga terbesar di Asia.

(A. Rayyan K/Berbagai Sumber)