Indonesia Tambah Perunggu Lagi dari Sayu Bella di Asian Games 2026, Koleksi Kini 15 Medali

sayu-bella-sukma-dewi_169

Sayu Bella Sukma Dewi merupakan salah satu andalan Indonesia dalam cabor sepeda di Asian Games 2026. (Foto: Dok. Tim Sayu Bella)

GEBRAK.ID — Kontingen Indonesia kembali menambah medali perunggu pada Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. Kali ini, medali perunggu datang dari Sayu Bella Sukma Dewi yang tampil pada nomor yang sama dengan Vara Sefti Rahmadani.

Perunggu yang diraih Sayu Bella menjadi medali ke-15 Indonesia dalam pesta olahraga terbesar di Asia tersebut. Hingga Kamis (24/9/2026), koleksi Merah Putih terdiri atas satu medali perak dan 15 perunggu.

Tambahan medali itu membuat Indonesia masih menempati peringkat ke-23 klasemen sementara. Meski jumlah medali terus bertambah, kontingen Indonesia belum berhasil meraih emas.

Sayu Bella bukan satu-satunya atlet Indonesia yang menyumbangkan medali pada Kamis pagi. Sebelumnya, Merah Putih sudah memperoleh dua perunggu melalui Herlin Aprilin Lali dari cabang olahraga kano sprint serta tim sepak takraw beregu putra.

Herlin naik podium setelah tampil pada nomor canoe sprint women’s C1 200 meter. Atlet Indonesia itu sebelumnya memastikan tempat di Final A setelah finis kedua pada babak penyisihan dengan catatan waktu 47,530 detik.

Sementara itu, tim sepak takraw beregu putra Indonesia juga harus puas dengan perunggu setelah perjuangan mereka terhenti di semifinal. Indonesia kalah dari Malaysia dalam pertandingan perebutan tiket final di Nagoya City Mizuho Park Gymnasium.

Rentetan medali perunggu tersebut menunjukkan bahwa kontingen Indonesia cukup sering naik podium di Aichi-Nagoya. Namun, emas masih menjadi target yang belum terwujud hingga Kamis.

Satu-satunya medali di atas perunggu sejauh ini adalah perak yang dipersembahkan Sumaya dari nomor tunggal putri cabang olahraga teqball.

Adapun medali perunggu Indonesia sebelumnya datang dari sejumlah cabang olahraga, antara lain teqball, wushu, karate, mixed martial arts, soft tennis, angkat besi, kano, dan sepak takraw.

Kondisi tersebut membuat persaingan Indonesia di klasemen medali masih cukup berat. Sebagai gambaran, pembaruan klasemen pada Kamis pagi menunjukkan China berada di posisi teratas, sedangkan Indonesia masih berada di urutan ke-23. Klasemen terus berubah karena pertandingan dan nomor final berlangsung sepanjang hari.

Indonesia masih memiliki sejumlah peluang untuk mengejar emas. Salah satunya datang dari bulu tangkis beregu putra yang menghadapi China pada partai final. Selain itu, beberapa atlet Merah Putih juga masih bertanding di cabang olahraga lain.

Perjuangan Indonesia di Asian Games 2026 masih panjang. Dengan rangkaian pertandingan yang terus berlangsung hingga awal Oktober, peluang menambah medali tetap terbuka, termasuk kesempatan memecahkan kebuntuan emas pertama.

(A. Rayyan K/Berbagai Sumber)