Roy Keane Kritik Cole Palmer: Kebiasaan Buruknya Bisa Hambat Inggris Raih Trofi

cole palmer chelsea

Bintang klub Inggris Chelsea, Cole Palmer. (Foto: Chelsea FC)

GEBRAK.ID — Legenda Manchester United (MU), Roy Keane, melontarkan kritik tajam kepada gelandang Chelsea, Cole Palmer, setelah pemain berusia 24 tahun itu kembali absen membela Timnas Inggris.

Palmer sebelumnya masuk dalam skuad Thomas Tuchel untuk menghadapi rangkaian pertandingan UEFA Nations League 2026-2027. Namun, ia kemudian menarik diri karena masalah otot ringan. Inggris dijadwalkan menghadapi Spanyol, Republik Ceko, dan Kroasia dalam rangkaian pertandingan tersebut.

Keane mempertanyakan apakah Palmer mampu menjadi pemain yang membawa Inggris ke level lebih tinggi dan bersaing untuk meraih trofi. Kritik itu disampaikan setelah Keane menyaksikan penampilan Palmer bersama Chelsea saat menghadapi Brentford.

“Saya menyukai Palmer, dia pemain berbakat, tetapi menurut saya dia memiliki terlalu banyak kebiasaan buruk,” ujar Keane, Minggu (27/6/2026).

Keane juga menilai Palmer belum menunjukkan konsistensi yang dibutuhkan untuk menjadi sosok penting bagi Inggris.

“Kalau Anda berpikir dia akan membawa Inggris ke level yang lebih tinggi dan memenangkan trofi, lupakan saja,” kata mantan kapten Manchester United tersebut.

Absennya Palmer menjadi sorotan karena sebelumnya ia juga tidak masuk skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026. Setelah mengalami periode sulit bersama Chelsea akibat masalah kebugaran dan performa, Palmer kembali mendapat kepercayaan dari Thomas Tuchel berkat awal musim yang menjanjikan.

Palmer mencatat empat gol dan dua assist dalam tujuh penampilan bersama Chelsea sebelum ditarik dari skuad Inggris. Reuters melaporkan bahwa kondisi tersebut membuatnya kembali masuk dalam rencana Tuchel untuk Nations League.

Tuchel sebelumnya menyebut absensi Palmer sebagai kesempatan yang terlewat. Pelatih asal Jerman itu menegaskan dirinya membutuhkan pemain yang bisa ia pantau langsung bersama tim.

“Dia terlalu sering melewatkan pemusatan latihan. Saya tidak menyalahkannya karena itu. Itu hanya fakta. Dia terlalu sering melewatkan kamp karena cedera, dan saya hanya ingin mengandalkan apa yang saya lihat dalam tim saya. Untuk itu, Anda harus berada di kamp,” ujar Tuchel.

Situasi tersebut menjadi semakin menarik setelah Inggris kalah 2-3 dari Spanyol di Wembley, Sabtu (26/9/2026). Inggris sempat berbalik unggul 2-1 melalui Anthony Gordon dan Harry Kane, tetapi Spanyol membalikkan keadaan lewat Lamine Yamal, Alejandro Baena, dan Mikel Oyarzabal.

Palmer kini menghadapi persaingan untuk kembali mendapat kepercayaan Tuchel. Dengan rangkaian Nations League yang masih berlanjut, performa di level klub dan konsistensi menjaga kebugaran akan menjadi bagian penting dalam perjalanan Palmer bersama Timnas Inggris.

(A. Rayyan K/Sumber: Tribal Football)