Terowongan Bawah Laut Terpanjang Tiongkok Tembus Dasar Laut Sedalam 105 Meter

terowongan bawah laut china

Para pekerja konstruksi beraktivitas di lokasi pembangunan Terowongan Kedua Teluk Jiaozhou Qingdao di Qingdao, Provinsi Shandong, Tiongkok Timur, Jumat (2/9/2026). (Foto: Xinhua/Li Ziheng).

GEBRAK.ID — Proyek Terowongan Kedua Teluk Jiaozhou Qingdao di Provinsi Shandong, Tiongkok (China), memasuki tonggak penting setelah seluruh proses penggalian menggunakan mesin berperisai rampung pada Jumat (2/10/2026).

Mesin bor berhasil mencapai titik yang telah ditentukan pada kedalaman 105 meter di bawah permukaan laut. Pencapaian tersebut menandai selesainya salah satu tahapan paling menantang dalam pembangunan terowongan jalan raya bawah laut terpanjang di Tiongkok.

China Railway Construction Corporation Limited menyebut proyek tersebut akan menjadi penghubung penting antara kawasan perkotaan utama Qingdao dan Kawasan Baru Pesisir Barat Qingdao, yang berstatus kawasan baru tingkat nasional.

Secara keseluruhan, proyek memiliki panjang 17,48 kilometer. Bagian terowongan utamanya mencapai 14,37 kilometer dan terdiri atas dua terowongan utama serta satu terowongan layanan di bagian tengah. Infrastruktur tersebut dirancang memiliki tiga lajur kendaraan untuk setiap arah dengan kecepatan maksimal 80 kilometer per jam.

Pembangunan terowongan menggunakan dua pendekatan. Menurut Wang Junping dari China Railway 14th Bureau Group Corporation Limited, sebagian pekerjaan memakai metode pengeboran dan peledakan, sementara bagian lainnya menggunakan mesin bor berperisai.

Pengerjaan berlangsung dari sisi timur dan barat Teluk Jiaozhou. Kedua bagian tersebut kemudian diarahkan hingga bertemu di bawah dasar laut.

Tantangan terbesar muncul karena posisi konstruksi berada jauh di bawah permukaan laut. Bagian utama dengan metode perisai mencapai kedalaman maksimal 95 meter, sedangkan terowongan layanan berada hingga 105 meter. Kondisi tersebut menghasilkan tekanan air yang tinggi sehingga konstruksi membutuhkan sistem pelapisan dan penutupan kedap air yang sangat ketat.

Tim proyek juga menerapkan sejumlah inovasi. Salah satunya sistem baru untuk mengeluarkan material hasil penggalian yang menggabungkan konveyor sekrup, kotak penghancur batu, dan mesin penghancur batu.

Menurut Wang, teknologi tersebut membantu meningkatkan efisiensi sekaligus menekan risiko penyumbatan selama proses penggalian. Tim juga mengembangkan teknologi antigetar pada badan mesin bor berperisai untuk menjaga kestabilan alat saat bekerja.

Setelah pembangunan seluruhnya selesai, Terowongan Kedua Teluk Jiaozhou Qingdao akan melengkapi jaringan transportasi lintas teluk yang sudah mencakup Terowongan Teluk Jiaozhou, Jembatan Teluk Jiaozhou, dan Jalan Raya Teluk Jiaozhou.

Proyek tersebut sejalan dengan agenda Tiongkok dalam memperkuat sistem transportasi terpadu selama periode Rencana Lima Tahun ke-15 2026-2030. Pemerintah Tiongkok menargetkan terbentuknya sistem layanan transportasi modern yang semakin terintegrasi pada 2030.

(A. Rayyan K/Sumber: Xinhua)

Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID