FIFA Beberkan Tren Taktik Sepanjang Piala Dunia 2026: Counter-pressing dan Peran Kiper Jadi Sorotan

inggris vs argen ada messi xinhua

Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) mengungkap sejumlah perubahan taktik yang terlihat sepanjang Piala Dunia 2026. Dari analisis terhadap 104 pertandingan, counter-pressing dan perkembangan peran penjaga gawang menjadi dua tren yang mendapat perhatian khusus. (Foto: Xinhua)

GEBRAK.ID — Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) mengungkap sejumlah perubahan taktik yang terlihat sepanjang Piala Dunia 2026. Dari analisis terhadap 104 pertandingan, counter-pressing dan perkembangan peran penjaga gawang menjadi dua tren yang mendapat perhatian khusus.

Temuan tersebut tertuang dalam laporan pascaturnamen yang disusun Technical Study Group dan Football Performance Insights Department FIFA. Kajian itu tidak hanya melihat hasil pertandingan, tetapi juga menganalisis inovasi taktis, perkembangan peran pemain, serta pola permainan yang digunakan tim untuk mengejar keberhasilan.

FIFA menyebut counter-pressing sebagai salah satu tren penting dalam turnamen. Strategi tersebut membuat tim berusaha merebut kembali bola sesegera mungkin setelah kehilangan penguasaan.

“Tim-tim papan atas secara rutin berhasil mengubah kehilangan penguasaan bola menjadi peluang serangan langsung,” kata FIFA, sebagaimana dilaporkan Xinhua, Senin (5/10/2026).

Pendekatan tersebut membuat kehilangan bola tidak selalu menjadi awal dari fase bertahan. Dalam situasi tertentu, momen tersebut justru menjadi kesempatan untuk memberikan tekanan kepada lawan dan menciptakan serangan berikutnya.

Selain counter-pressing, FIFA melihat perubahan signifikan pada posisi kiper. Penjaga gawang semakin aktif terlibat dalam proses membangun serangan dari lini belakang.

Kiper juga berperan sebagai salah satu solusi ketika tim mendapat tekanan dari lawan. Perubahan itu menunjukkan bahwa tugas penjaga gawang modern tidak lagi terbatas pada mengamankan gawang.

Meski demikian, FIFA menegaskan tidak ada satu formula mutlak yang menjamin sebuah tim meraih kemenangan. Laporan tersebut menemukan berbagai “jalur-jalur berseberangan untuk meraih kesuksesan”, mulai dari tekanan tinggi yang agresif hingga pertahanan blok rendah yang disiplin dan mengandalkan transisi cepat.

Kajian FIFA juga membedah sembilan topik utama dalam permainan. Aspek tersebut meliputi pembangunan serangan menggunakan formasi tiga bek, rotasi pemain sayap, pemanfaatan ruang di lini dalam atau inside channel, distribusi bola melalui pemain kunci, high pressing, counter-pressing, blok pertahanan, transisi serangan, serta perkembangan peran penjaga gawang.

Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA Arsene Wenger mengatakan, laporan tersebut dibuat untuk memahami lebih jauh alasan di balik munculnya pola permainan tertentu.

“Tujuannya bukan sekadar mendeskripsikan apa yang terjadi, melainkan untuk memahami mengapa sesuatu terjadi: bagaimana tim-tim menciptakan dan mengendalikan ruang, bagaimana mereka menyerang dan bertahan, bagaimana peran masing-masing pemain berkembang, serta bagaimana keputusan para pemain dan pelatih memengaruhi berbagai momen dalam pertandingan,” kata Wenger.

Laporan itu sekaligus menunjukkan bahwa sepak bola terus berkembang. Tim tidak hanya dituntut memiliki kualitas individu, tetapi juga kemampuan beradaptasi terhadap ruang, tekanan, transisi, dan perubahan peran pemain selama pertandingan.

(A. Rayyan K/Sumber: FIFA)

Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID