Indonesia Pulangkan 30.210 Benda Bersejarah dari Belanda, Menbud Fadli Zon: Ini Terbesar dalam Sejarah

indonesia house menbud - belanda

Menteri Kebudayaan Fadli Zon melakukan kesepakatan pengembalian 30.190 unit Koleksi Eugène Dubois dan 20 benda budaya bersejarah kepada Indonesia ditandai dengan penandatanganan dua perjanjian pengembalian atau Transfer Agreements oleh Fadli Zon dan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Belanda, Rianne Letschert, di Indonesia House Amsterdam, Jumat (9/10/2026). (Foto: Kementerian Kebudayaan)

GEBRAK.ID — Indonesia kembali mencatat capaian penting dalam upaya pemulihan warisan budaya nasional. Pemerintah Belanda menyepakati pengembalian 30.190 unit Koleksi Eugène Dubois dan 20 benda budaya bersejarah kepada Indonesia.

Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menyebut repatriasi ini sebagai yang terbesar dalam sejarah Indonesia. Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan dua perjanjian pengembalian atau Transfer Agreements oleh Fadli Zon dan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Belanda, Rianne Letschert, di Indonesia House Amsterdam, Jumat (9/10/2026).

Menurut Fadli Zon, pengembalian koleksi tersebut bukan sekadar pemindahan benda bersejarah, melainkan langkah penting untuk memulihkan keadilan sejarah dan kedaulatan budaya Indonesia.

“Kesepakatan repatriasi antara Indonesia dengan Belanda ini merupakan penegasan keadilan sejarah, pemulihan kedaulatan budaya, serta pengakuan atas martabat dan identitas budaya bangsa Indonesia,” ujar Fadli seperti dalam siaran persnya, Sabtu (10/10/2026).

Koleksi Manusia Purba dan Artefak Bersejarah

Sebagian besar benda yang akan dipulangkan berasal dari Koleksi Eugène Dubois yang berkaitan dengan penelitian manusia purba Homo erectus atau Java Man. Koleksi tersebut terdiri atas 29.763 objek dan 427 kerangka leluhur atau human remains dari Naturalis Biodiversity Center di Leiden, Belanda.

Fadli menilai koleksi Dubois memiliki nilai ilmiah dan historis yang sangat penting bagi penelitian evolusi manusia dan perkembangan ilmu paleoantropologi dunia.

Pada 17 Desember 2025, Indonesia telah menerima tahap awal berupa empat benda penting dari koleksi tersebut, yakni tempurung kepala, gigi geraham, tulang paha Homo erectus, serta cangkang kerang bergores. Keempat benda itu kini dipamerkan di Museum Nasional Indonesia.

Selain koleksi Dubois, Belanda juga akan mengembalikan 20 benda budaya Indonesia dari tujuh kelompok koleksi. Benda-benda tersebut meliputi Berlian Banjarmasin seberat sekitar 38 karat, pedang Sikin Panjang dari Aceh, manuskrip Al-Qur’an yang berkaitan dengan Teuku Umar, empat manuskrip Kesultanan Aceh, enam gulungan Wayang Beber, satu panel makam Kesultanan Aceh, serta enam nisan Batu Aceh.

Belanda Akui Ketidakadilan Masa Kolonial

Ketua Colonial Collections Committee Belanda, Lilian Gonçalves-Ho Kang You, menjelaskan bahwa penelitian asal-usul koleksi menunjukkan 20 artefak tersebut berpindah tangan secara tidak sukarela dalam konteks kolonial.

Ia mencontohkan Berlian Banjarmasin yang dahulu menjadi simbol kekuasaan Kesultanan Banjarmasin. Dokumen perolehannya bahkan menggunakan istilah “Report of Confiscation” atau laporan penyitaan.

Menteri Rianne Letschert juga menegaskan komitmen pemerintahnya untuk memperbaiki ketidakadilan sejarah.

“Benda-benda ini seharusnya tidak pernah berada di Belanda. Apa yang terbukti bukan milik kami, akan kami kembalikan. Kini kami memperbaiki ketidakadilan tersebut,” kata Letschert.

Kementerian Kebudayaan RI menyatakan, keberhasilan ini merupakan hasil negosiasi, penelitian sejarah, dan kerja sama antara tim repatriasi Indonesia dengan pihak Belanda.

Fadli menegaskan, tanggung jawab Indonesia tidak berhenti pada pengembalian benda-benda tersebut. Pemerintah akan memastikan pelestarian, penelitian ilmiah, dan perluasan akses publik melalui prinsip Care, Research, dan Educate.

(Devona R/Sumber: Kementerian Kebudayaan)

Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID