Mendikdasmen Mu’ti: Pendidikan Jadi Kunci Membangun Bangsa dan Menyiapkan Generasi Emas
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti (tengah) seusai memberikan sambutan pada Konferensi Regional Asia-Pasifik Education International ke-10, di Jakarta, Selasa (13/10/2026). (Foto: Morecka/BKHM Setjen Kemendikdasmen)
GEBRAK.ID, JAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyatakan bahwa pendidikan berkualitas menjadi fondasi utama dalam membangun bangsa dan menyiapkan Generasi Emas Indonesia. Pendidikan tidak hanya berperan dalam meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter serta mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan zaman.
Hal tersebut disampaikan Abdul Mu’ti saat membuka 10th Education International Asia-Pacific Regional Conference bertema “Organising for Power” di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
“Untuk membangun bangsa yang baik, kita harus memiliki pendidikan yang baik. Jika ingin melahirkan generasi yang baik, kita juga harus memiliki pendidikan yang baik. Saya percaya bahwa pendidikan adalah sebuah kekuatan,” ujar Abdul Mu’ti.
Abdul Mu’ti menjelaskan, pendidikan menjadi salah satu prioritas Presiden RI Prabowo Subianto. Hal ini tercermin dalam Asta Cita keempat yang menitikberatkan pembangunan sumber daya manusia dan penguatan generasi muda untuk mewujudkan Generasi Emas Indonesia.
Meski demikian, Abdul Mu’ti mengakui bahwa pendidikan nasional masih menghadapi berbagai tantangan. Karena itu, pemerintah membutuhkan dukungan dan kerja sama dari satuan pendidikan, keluarga, serta masyarakat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Baca Juga
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong pendekatan Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning. Pendekatan ini menempatkan murid sebagai peserta aktif dalam proses belajar sekaligus menghargai mereka sebagai manusia seutuhnya. Penghormatan terhadap guru dan peran masyarakat juga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang sehat.
Selain meningkatkan kualitas pembelajaran, Kemendikdasmen memperkuat pendidikan karakter melalui Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Program ini mencakup kebiasaan bangun pagi, beribadah, berolahraga, gemar belajar, makan sehat dan bergizi, bermasyarakat, serta tidur cepat.
Abdul Mu’ti juga menekankan pentingnya pendekatan humanis melalui Catur Pusat Pendidikan, yakni keterlibatan keluarga, sekolah, masyarakat, dan media dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Guru Jadi Agen Peradaban
Menurut Abdul Mu’ti, keberhasilan pendidikan tidak dapat dipisahkan dari peran guru. Selain menyampaikan pengetahuan, guru bertanggung jawab membimbing murid agar menjadi pembelajar yang baik dan warga negara yang bertanggung jawab.
“Kami menekankan peran guru bukan hanya sebagai agen pembelajaran, melainkan juga sebagai agen peradaban,” tegas Abdul Mu’ti.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo turut menyoroti pentingnya kolaborasi dalam menghadapi perubahan dunia. Menurut dia, kerja sama berbagai pihak diperlukan agar guru memperoleh dukungan yang memadai untuk menghadirkan pendidikan berkualitas dan merata.
“Kami akan terus berinvestasi di bidang pendidikan untuk memastikan setiap murid memiliki kesempatan untuk belajar dan meraih masa depan mereka,” ujar Pramono.
Pramono menambahkan, transformasi Jakarta menjadi kota global membuka peluang bagi pemerintah daerah untuk memperkuat kerja sama dengan sekolah, perguruan tinggi, organisasi, dan pemangku kepentingan lainnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI), Unifah Rosyidi, berharap konferensi tersebut menjadi ruang bertukar gagasan, memperkuat solidaritas, dan membangun kerja sama bagi masa depan pendidikan.
Unifah juga menegaskan komitmen PGRI untuk memperjuangkan martabat profesi, kesejahteraan, standar profesionalisme, serta perlindungan hak-hak guru.
Dukungan terhadap guru dan peningkatan profesionalisme mereka menjadi investasi penting bagi masa depan anak-anak dan bangsa. Melalui kolaborasi yang kuat serta pendidikan berkualitas, guru diharapkan dapat menjalankan perannya secara optimal dalam menyiapkan generasi yang mampu berkontribusi bagi Indonesia dan dunia.
(Devona R/Sumber: Kemendikdasmen)
Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID