Antrean BBM di Bali Meluas, Pertamina Percepat Pasokan 24 Jam
Konsumsi harian tembus 5.700 kiloliter, sejumlah SPBU sempat kehabisan stok. Pertamina minta maaf dan gencar tambah pasokan. (Foto: ist)
GEBRAK.ID,DENPASAR— Antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali masih terjadi dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini dipicu oleh keterlambatan distribusi akibat kendala teknis kapal tanker serta lonjakan konsumsi BBM yang signifikan. PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mengungkapkan bahwa pihaknya kini mempercepat pemulihan pasokan dengan mengatur pengiriman berdasarkan prioritas SPBU serta mengoptimalkan suplai secara berkelanjutan selama 24 jam.
“Kami mengoptimalkan pengiriman dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing SPBU serta menjalankan suplai secara kontinu selama 24 jam. Dengan langkah ini, kami berharap proses pemulihan pelayanan BBM kepada masyarakat dapat berlangsung lebih cepat,” kata Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu (14/10/2026).
Kapal Tanker Tambahan Tiba
Baca Juga
Dari sisi pasokan, kapal MT Klasogun yang membawa Pertalite dan Biosolar telah tiba di Fuel Terminal (FT) Sanggaran. Kedua jenis produk BBM tersebut ditargetkan untuk segera didistribusikan ke SPBU yang membutuhkan.
Pertamina juga menjadwalkan kedatangan kapal pengangkut BBM secara bertahap pada 12, 14, dan 16 Oktober 2026 melalui Terminal BBM Sanggaran dan Manggis, dengan total muatan mencapai 26.200 kiloliter. Sebelumnya, Pertamina juga mengerahkan kapal tanker dari Kilang Balongan, Indramayu, yang membawa 18.000 kiloliter Pertalite dan 2.500 kiloliter Pertamax khusus untuk Bali.
Konsumsi Tembus 5.700 KL Per Hari
Kepala Dinas Perhubungan Bali, I Kadek Mudarta, mengungkapkan bahwa konsumsi BBM harian di Bali mengalami peningkatan signifikan sejak Juli 2026. Jika rata-rata konsumsi sepanjang 2025 tercatat 4.766 kiloliter per hari, maka pada Juli-September 2026 angka tersebut konsisten berada di atas 5.000 kiloliter, bahkan data terbaru mencapai sekitar 5.700 kiloliter per hari. Konsumsi Pertalite saja diperkirakan mencapai 2.000 hingga 2.300 kiloliter per hari, sementara Pertamax sekitar 1.000 kiloliter per hari.
Pertamina Minta Maaf
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga Bali atas antrean yang terjadi. Ia mengakui bahwa kendala teknis pada jangkar kapal pengangkut saat proses bongkar muat menjadi salah satu penyebab mundurnya jadwal distribusi. “Atas nama PT Pertamina Persero, saya selaku direktur utama menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya khususnya bagi warga Bali atas kejadian antrean yang beberapa hari ini kita alami bersama,” kata Simon usai rapat bersama Gubernur Bali di Denpasar, Selasa (13/10/2026).
92 SPBU Beroperasi 24 Jam
Sebagai langkah percepatan, Pertamina mengoperasikan sejumlah SPBU strategis selama 24 jam. Layanan tersebut telah diberlakukan di 92 SPBU di wilayah Denpasar dan Badung, sementara SPBU di Kabupaten Tabanan dan Gianyar direncanakan menyusul dalam satu hingga dua hari ke depan.
Pertamina juga menginstruksikan seluruh SPBU memasang pengumuman mengenai ketersediaan stok dan status operasional 24 jam. Masyarakat diimbau membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
Desakan Legislator
Anggota DPR RI I Wayan Sudirta meminta Pertamina untuk menormalkan distribusi BBM dan mengevaluasi sistem manajemen rantai pasok maritim untuk wilayah Bali. “Keterlambatan distribusi dengan alasan kendala logistik kapal yang bersandar di Terminal Manggis maupun Sanggaran tidak boleh menjadi alasan klasik yang terus berulang,” kata Sudirta dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Ia juga mendesak adanya skenario cadangan (contingency plan) jika terjadi cuaca buruk atau kendala operasional kapal tanker, sehingga buffer stock di terminal darat mampu memenuhi kebutuhan hingga pasokan baru tiba.
(Dinar K/ berbagai sumber)
Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID