Di Tengah Sorotan Krisis Nasional, Prabowo Gelar Jamuan untuk Wakil PM Rusia, Bukan Rapat Kabinet
Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI Syahganda Nainggolan memberikan keterangan pada wartawan di Istana Negara Jakarta, Jumat (2/10/2026). (Foto: BPMI Sekretariat Presiden)
GEBRAK.ID, JAKARTA — Ketika pasar saham Indonesia tertekan, persoalan pasokan bahan bakar minyak (BBM) muncul di sejumlah daerah, dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) masih menimbulkan dampak kabut asap, Presiden RI Prabowo Subianto menggelar jamuan makan malam di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (16/10/2026) malam. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Syahganda Nainggolan menegaskan, agenda tersebut bukan rapat kabinet, melainkan resepsi untuk menyambut Wakil Perdana Menteri (PM) Rusia Denis Manturov.
Kehadiran jajaran Kabinet Merah Putih dalam acara itu sempat memunculkan dugaan bahwa Presiden Prabowo akan menggelar pertemuan untuk membahas kinerja pemerintahan menjelang dua tahun masa kepemimpinannya. Namun, menurut Syahganda, agenda tersebut berfokus pada penyambutan tamu negara, bukan evaluasi program pemerintah.
“Bukan rapat kabinet. (Presiden Prabowo) memperkenalkan semua anggota kabinetnya kepada Wakil Perdana Menteri Rusia tersebut,” kata Syahganda saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (17/10/2026).
Acara tersebut berlangsung ketika sejumlah persoalan ekonomi dan pelayanan publik masih menjadi perhatian masyarakat. Pasar saham menghadapi tekanan, sementara laporan mengenai antrean panjang dan gangguan pasokan BBM di sejumlah wilayah menambah keresahan warga. Di beberapa daerah, karhutla juga menimbulkan kabut asap yang mengganggu aktivitas masyarakat.
Situasi tersebut membuat agenda pemerintah di Istana menjadi sorotan, terutama karena acara itu tidak diarahkan untuk membahas persoalan nasional secara menyeluruh. Syahganda sendiri menyatakan bahwa jamuan tersebut tidak banyak menyinggung evaluasi kinerja dan capaian pemerintahan Prabowo-Gibran.
Baca Juga
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi terhadap hubungan historis Indonesia dan Rusia. Ia juga berterima kasih atas dukungan Rusia pada masa perjuangan Indonesia serta menyoroti perkembangan kerja sama kedua negara di bidang perdagangan dan transfer teknologi.
“Berbagai hubungan transfer teknologi dan perdagangan semakin membaik,” ujar Syahganda, menjelaskan pokok sambutan Presiden Prabowo.
Jamuan makan malam itu turut dimeriahkan pertunjukan tarian tradisional dari sejumlah daerah, termasuk Ambon dan Jawa. Syahganda menyebut rangkaian acara tersebut sebagai bentuk penghormatan Pemerintah Indonesia kepada delegasi Rusia.
“Secara umum untuk menghormati tamu tersebut dengan berbagai tarian, antara lain (dari) Ambon, Jawa, dan lain-lain,” katanya.
Presiden Prabowo sebelumnya menerima Manturov di Istana Bogor pada Jumat sore. Pertemuan tersebut dilanjutkan dengan resepsi dan jamuan makan malam yang dihadiri pejabat Indonesia serta perwakilan Pemerintah Rusia.
Hingga Sabtu (17/10/2026), pihak Istana maupun Pemerintah Rusia belum menyampaikan secara terperinci hasil pembicaraan kedua pihak. Sementara itu, persoalan ekonomi, pasokan energi, dan dampak karhutla tetap membutuhkan penanganan serta penjelasan pemerintah yang dapat diakses publik.
(A. Rayyan K/Berbagai Sumber)
Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID