PSIM Yogyakarta Akhiri Kerja Sama dengan Van Gastel, Empat Kekalahan Beruntun Jadi Alasan

psim-vs-persija-1791628236972_169

PSIM Yogyakarta mengambil langkah tegas dengan mengakhiri kerja sama bersama pelatih kepala Jean Paul Van Gastel. Keputusan ini muncul setelah Laskar Mataram gagal meraih kemenangan dalam lima pertandingan awal Super League 2026/2027 dan kini terjerembap di zona degradasi. (Foto: Dok Persija)

GEBRAK.ID — PSIM Yogyakarta mengambil langkah tegas dengan mengakhiri kerja sama bersama pelatih kepala Jean Paul Van Gastel. Keputusan ini muncul setelah Laskar Mataram gagal meraih kemenangan dalam lima pertandingan awal Super League 2026/2027 dan kini terjerembap di zona degradasi.

Direktur Utama PSIM Yogyakarta Liana Tasno mengumumkan keputusan tersebut dalam konferensi pers di Grha Pandawa, Kompleks Balai Kota Yogyakarta, Sabtu (17/10/2026). Manajemen menilai perubahan di posisi pelatih kepala diperlukan untuk menjaga stabilitas tim dan memperbaiki hasil pertandingan.

“Oleh sebab itu, saya dan PSIM memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan Coach Van Gastel,” kata Liana.

Keputusan itu diambil sehari setelah PSIM menelan kekalahan 1-2 dari PSM Makassar di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (16/10/2026). Hasil tersebut memperpanjang catatan buruk PSIM menjadi empat kekalahan beruntun setelah sebelumnya tumbang dari Persebaya Surabaya, Madura United, dan Persija Jakarta.

Dari lima pertandingan yang telah dijalani, PSIM baru mengoleksi satu poin hasil imbang melawan Persita Tangerang. Catatan tersebut menempatkan klub berjuluk Laskar Mataram itu di peringkat ke-16 klasemen sementara, posisi yang masuk zona degradasi.

PSIM Tunjuk Caretaker, Staf Pendukung Tetap Bertahan

Untuk menghadapi pertandingan berikutnya, manajemen telah menunjuk pelatih sementara atau caretaker. Namun, Liana belum mengungkapkan nama pelatih yang akan mengisi posisi tersebut.

“Kami sudah menunjuk caretaker untuk sementara ini menggantikan posisi head coach dalam beberapa pertandingan ke depan,” ujarnya.

Manajemen juga belum mengumumkan sosok yang akan menjadi pelatih kepala permanen. Liana menyebut pihaknya harus bergerak cepat untuk mencari pengganti sesuai batas waktu yang disampaikan manajemen, yakni paling lambat satu bulan.

Sementara itu, PSIM tetap mempertahankan staf pendukung Van Gastel, termasuk pelatih fisik dan pelatih kiper. Mereka akan tetap mendampingi tim selama beberapa pertandingan berikutnya sembari manajemen mengevaluasi performa para pemain.

“Jadi, memang khusus kepada pelatih kepala saja, kita akhiri kerja samanya. Tapi, kalau yang lain, tidak dan masih kita pertahankan untuk beberapa laga ke depan,” kata Liana.

Dua Laga Tandang Menanti

Manajer Tim PSIM Yogyakarta Ikhsan Mahar meminta para suporter tetap memberikan dukungan di tengah perubahan yang terjadi. Menurut dia, tim harus segera mengalihkan perhatian ke pertandingan berikutnya karena jadwal penting sudah menanti.

“Apa pun yang terjadi dengan dinamika yang ada, kita besok sudah harus bersiap untuk menghadapi dua laga tandang yang bisa dikatakan sangat krusial bagi perjalanan kita di musim ini,” ujarnya.

PSIM dijadwalkan menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC pada 20 Oktober, kemudian bertandang ke markas Isenmulang Kalteng FC pada 24 Oktober 2026. Dua pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi Laskar Mataram untuk memperbaiki posisi sekaligus menghentikan rentetan kekalahan.

Liana berharap keputusan pergantian pelatih dapat menghadirkan suasana yang lebih baik di ruang ganti dan meningkatkan performa tim selama pertandingan. Manajemen membutuhkan respons positif dari pemain maupun suporter, termasuk kelompok pendukung Brajamusti dan The Maident, agar PSIM bisa segera bangkit.

(A. Rayyan K/Sumber: I.League)

Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID