Pertamina Tambah Pasokan Pertamax di Bali, Kargo Dijadwalkan Tiba 20 Oktober
Pertamina menerapkan pembelian melalui sistem ganjil-genap berdasarkan nomor polisi kendaraan di Bali selama tiga hari, mulai Sabtu (17/10/2026) hingga Senin (19/10/2026). (Foto: Reuters)
GEBRAK.ID, JAKARTA — PT Pertamina Patra Niaga (PPN) memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax atau bensin beroktan 92 (RON 92) di Bali dalam kondisi aman. Perusahaan menyatakan terus menambah pasokan ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan gerai Pertashop menyusul keluhan masyarakat yang kesulitan mendapatkan bahan bakar tersebut di sejumlah lokasi.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, mengatakan kapal pengangkut Pertamax telah bersandar di Bali pada Minggu (18/10/2026). Pasokan tambahan berikutnya dijadwalkan tiba pada Selasa (20/10/2026). “Sesungguhnya Pertamax ini kemarin kami sudah menerima kapal kargo Pertamax. Dan besok akan tiba lagi kargo Pertamax. Tadi kami juga sudah melaporkan bahkan tidak hanya pasokan di SPBU, pasokan untuk Pertamax di Pertashop pun akan kita maksimalkan di hari ini,” kata Mars Ega dalam konferensi pers di Bali, mengutip keterangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Senin (19/10/2026).
Penambahan pasokan tersebut dilakukan untuk memperkuat ketersediaan Pertamax di tengah keluhan masyarakat mengenai kesulitan memperoleh BBM nonsubsidi itu di sejumlah SPBU di Bali. Pertamina Patra Niaga menyatakan distribusi juga diperkuat melalui Pertashop agar kebutuhan konsumen dapat terlayani di berbagai titik penjualan.
Stok Pertalite Ditargetkan untuk 15 Hari
Dalam kesempatan yang sama, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan stok bensin bersubsidi jenis Pertalite atau RON 90 di Bali berada pada kisaran 11–12 hari. Penurunan stok tersebut, menurut dia, dipengaruhi keterlambatan distribusi.
Pemerintah kemudian menginstruksikan peningkatan cadangan Pertalite agar mampu memenuhi kebutuhan hingga 15 hari. Untuk mendukung langkah tersebut, pemerintah menambah kapal yang digunakan untuk memasok BBM ke Bali. “Jadi insyaallah ini kita akan jaga ritmenya terus. Sekarang cadangan di Bali 11 hari–12 hari, saya meningkatkan menjadi 15 hari. Jadi kapal saya tambah tujuh untuk mensuplai,” ujar Bahlil.
Baca Juga
Sementara itu, untuk BBM jenis solar bersubsidi, Bahlil menyatakan stok di Bali berada di atas enam hari. Ia juga mengatakan Indonesia tidak lagi mengimpor solar CN 48. Pernyataan pemerintah dan Pertamina tersebut disampaikan ketika upaya pemulihan distribusi BBM di Bali terus dilakukan. Penambahan pasokan Pertamax dan peningkatan cadangan Pertalite diharapkan dapat menjaga ketersediaan bahan bakar serta mengurangi kesulitan masyarakat dalam memperoleh BBM. (*)
(Zaky Al Hamzah/Bloomberg)
Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID