SMAN 2 Jayapura Bersiap Tampil dengan Wajah Baru, Pekerja Asli Papua Terlibat dalam Revitalisasi

sman 2 jayapura papua muti

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti saat meninjau progres Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026 di SMAN 2 Jayapura, Papua, Senin (19/10/2026). (Foto: Irfan/BKHM Setjen Kemendikdasmen)

GEBRAK.ID — SMA Negeri 2 Kota Jayapura, Papua, bersiap menyambut lingkungan belajar yang lebih nyaman melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026. Sekolah yang berdiri sekitar 40 tahun silam itu mendapat dukungan anggaran lebih dari Rp2 miliar untuk memperbaiki dan menambah fasilitas pendidikan.

Pelaksana Tugas Kepala SMAN 2 Jayapura, Lea Ansanay, menjelaskan bahwa rencana awal bantuan mencakup rehabilitasi tujuh ruang kelas. Namun, setelah penghitungan ulang, anggaran tersebut dapat dimanfaatkan untuk pekerjaan yang lebih luas, meliputi pembangunan tiga ruang kelas baru, rehabilitasi empat kelas, serta pengembangan lantai dua untuk tiga ruang kelas.

“Kami keluarga besar SMA Negeri 2 Jayapura mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo, Bapak Menteri beserta jajaran, serta Pemerintah Provinsi Papua dan Kota Jayapura,” kata Lea seperti dilansir dari siaran pers Kemendikdasmen, Senin (19/10/2026).

Lea berharap fasilitas baru tersebut mendorong peningkatan mutu pendidikan bagi seluruh warga sekolah.

Revitalisasi juga membuka ruang partisipasi masyarakat setempat. Pengerjaan menggunakan skema swakelola dengan melibatkan banyak pekerja lokal, yang sebagian besar merupakan putra asli Papua. Seorang pekerja penyandang disabilitas tunawicara turut berkontribusi dalam pembangunan tersebut.

Perubahan serupa dirasakan SMP YPK Sion Dok VIII Jayapura. Sekolah yang berdiri sejak 31 Oktober 1991 itu memperoleh bantuan revitalisasi lebih dari Rp1,1 miliar. Kepala sekolah, Sonya N. Rumanasen, mengatakan pengerjaan berlangsung pada Mei hingga Agustus 2026 dan telah rampung 100 persen.

Melalui optimalisasi anggaran, perbaikan tidak hanya mencakup ruang administrasi, ruang guru, ruang kepala sekolah, dan laboratorium IPA, tetapi juga empat ruang kelas. Jumlah kelas yang diperbaiki bertambah dari rencana awal satu ruang menjadi empat ruang.

Sonya menyebut perubahan kondisi sekolah mendapat sambutan positif dari masyarakat dan jemaat gereja. Ia berharap fasilitas yang lebih baik meningkatkan kepercayaan orang tua untuk menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah tersebut.

Manfaat revitalisasi juga dirasakan langsung oleh murid. Roby Aikarem May, siswa kelas IX SMP YPK Sion Dok VIII Jayapura, mengenang kondisi sekolah sebelumnya yang memiliki plafon rusak, atap bocor, serta meja dan kursi yang tidak lagi layak digunakan. Kini, perbaikan plafon dan pemasangan keramik baru membuat ruang belajar terasa lebih nyaman.

“Saya berharap adik-adik yang nanti bersekolah di sini tidak mencoret-coret tembok atau merusak barang-barang yang sudah diberikan. Mari kita jaga dan gunakan bersama supaya semua bisa menikmati fasilitas ini,” ujar Roby.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, revitalisasi bertujuan menghadirkan lingkungan belajar yang layak dan aman. Menurut dia, perbaikan sarana sekolah di Papua diharapkan meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus menumbuhkan semangat belajar dan kepercayaan diri generasi muda.

Secara keseluruhan, sebanyak 214 satuan pendidikan di Provinsi Papua telah menandatangani perjanjian kerja sama revitalisasi 2026 dengan anggaran lebih dari Rp208 miliar. Hingga Oktober 2026, sebanyak 36 satuan pendidikan dilaporkan menyelesaikan pembangunan. Program tersebut juga melibatkan 2.821 pekerja lokal.

Di Kota Jayapura, sebanyak 47 satuan pendidikan menerima program dengan anggaran lebih dari Rp41 miliar. Delapan sekolah telah menyelesaikan pembangunan, sementara jumlah pekerja lokal yang terlibat mencapai 535 orang.

(Devona R/Sumber: Humas Kemendikdasmen)

Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID