Mahasiswa UI dan Sejumlah Kampus Gelar Aksi, Soroti Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Demo Mahasiswa - 1

Sejumlah mahasiswa Universitas Indonesia saat demo di kawasan Dukuh Atas, Jumat (12/6/2026). (Foto: Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

GEBRAK.ID, JAKARTA – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama sejumlah organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Komite Sadar (Selamatkan Daulat Rakyat) berencana menggelar aksi di Jakarta, Selasa (20/10/2026). Aksi tersebut menyoroti berbagai persoalan selama dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, mulai dari ekonomi, kebebasan berpendapat, korupsi, hingga kerusakan lingkungan.

Ketua BEM UI Yatalathof Imawan mengatakan, aksi akan berlangsung dalam dua rangkaian kegiatan. Agenda pertama berupa aksi simbolik di Tugu Proklamasi pada pukul 09.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan aksi massa di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, pada pukul 15.00 WIB. “Gerakan terdiri dari dua rangkaian, yaitu pagi hari aksi simbolik (Tugu Proklamasi) dan siangnya aksi massa (Tugu Tani),” kata Yatalathof dalam pesan singkatnya, dikutip Selasa (20/10/2026).

Komite Sadar merupakan gabungan sejumlah organisasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Anggotanya meliputi BEM UI, Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (KM ITB), mahasiswa Universitas Padjadjaran, BEM Universitas Diponegoro, BEM Universitas Negeri Semarang, Serikat Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (Sema UGM), BEM Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, BEM Universitas Airlangga, dan Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya.

78,8% Nilai Prabowo-Gibran Gagal
Menurut Yatalathof, gerakan tersebut didasarkan pada hasil survei terhadap 560 responden dari sejumlah wilayah di Indonesia, mulai dari Sumatra hingga Papua. Hasil survei yang disampaikan Yatalathof menunjukkan, 78,8% responden menilai pemerintahan Prabowo-Gibran beserta jajaran kabinetnya telah gagal. Selain itu, 71,1% responden menyoroti mahalnya harga kebutuhan pokok, sedangkan 62,7% menyoroti pembatasan kebebasan berpendapat.

Persoalan korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan negara juga menjadi perhatian 70,6% responden. Sementara itu, 83,5% menyoroti deforestasi dan kebakaran hutan, serta 67,4% menilai biaya pendidikan menjadi persoalan yang perlu diperhatikan. Adapun 41,6% responden menilai sektor ekonomi dan keuangan mendesak untuk diperbaiki. “Temuan ini menjadi peringatan bahwa keresahan masyarakat terhadap kondisi bangsa perlu dijawab secara serius,” tegas Yatalathof.

Melalui aksi tersebut, mahasiswa berencana menyampaikan aspirasi terkait berbagai persoalan yang mereka soroti. Komite Sadar juga mengajak masyarakat untuk bergabung menyuarakan aspirasi melalui seruan, “Satukan barisan, satukan kemarahan, dan satukan perlawanan, karena rakyat bersatu tak bisa dikalahkan!” (*)

(Zaky Al Hamzah/Bloomberg)

Dukung GEBRAK.ID

Jika berita kami bermanfaat, dukung keberlanjutan jurnalisme independen melalui donasi sukarela.

Dukung lewat Saweria
Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID