Alumnus ITB Dani Yogatama Masuk Jejaring Global Endeavor, Bawa Reka AI ke Panggung Dunia
Pendiri sekaligus CEO perusahaan kecerdasan buatan Reka AI, Dani Yogatama (kanan), berdiskusi dengan panelis dalam International Selection Panel (ISP) Endeavor ke-109 di Montreal, Kanada. (Foto: Endeavor Indonesia)
GEBRAK.ID — Prestasi talenta Indonesia di bidang kecerdasan buatan (AI) kembali mendapat pengakuan internasional. Dani Yogatama, alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) sekaligus pendiri dan CEO Reka AI, terpilih sebagai Endeavor Entrepreneur Indonesia ke-120 setelah melewati seleksi internasional di Montreal, Kanada.
Pengumuman tersebut menambah sorotan terhadap kiprah Reka AI, perusahaan teknologi yang didirikan Dani bersama sejumlah peneliti pada 2022. Perusahaan ini mengembangkan model AI multimodal yang dapat memproses beragam informasi, mulai dari teks dan gambar hingga audio dan video.
Dani terpilih melalui International Selection Panel (ISP) Endeavor ke-109 yang berlangsung pada 15–17 September 2026. Berdasarkan pengumuman resmi Endeavor Global, forum tersebut menetapkan 19 pengusaha dari 10 perusahaan sebagai anggota baru jejaring kewirausahaan internasional itu.
“Fokus kami tetap jelas, membangun dan mengembangkan teknologi AI frontier untuk pasar global,” kata Dani dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Keanggotaan Endeavor memberikan kesempatan bagi Dani dan Reka AI untuk memperluas kemitraan, menjalin hubungan dengan investor, serta mendapatkan pendampingan dari pengusaha berpengalaman di berbagai negara. Jaringan tersebut juga diharapkan membuka ruang pertukaran pengalaman dengan generasi baru pelaku usaha teknologi.
Baca Juga
Reka AI sebelumnya mencatat pencapaian penting melalui pendanaan senilai 110 juta dolar AS atau sekitar Rp1,99 triliun pada Juli 2025. Dalam pengumuman resminya, perusahaan menyebut NVIDIA dan Snowflake termasuk investor yang mendukung pendanaan tersebut. Valuasi Reka AI pun melampaui 1 miliar dolar AS, setara lebih dari Rp18 triliun.
Perusahaan ini mengembangkan teknologi untuk kebutuhan bisnis, termasuk Reka Flash yang memproses berbagai jenis data serta Reka Vision yang mendukung pencarian dan analisis informasi visual. Reka juga mengembangkan teknologi untuk membantu perusahaan menggunakan model AI secara lebih efisien.
Menurut Dani, membangun teknologi AI yang mampu bersaing di pasar global membutuhkan riset mendalam, tenaga ahli, infrastruktur komputasi, serta kemampuan menerapkan teknologi untuk kebutuhan industri. “Kami ingin membangun teknologi yang bukan hanya kuat secara riset, tetapi juga efisien dan dapat digunakan perusahaan di berbagai industri,” ujarnya.
Dani menempuh pendidikan di ITB sebelum melanjutkan studi di University of Tokyo, Jepang, dan meraih gelar doktor ilmu komputer dari Carnegie Mellon University, Amerika Serikat. Sebelum mendirikan Reka AI, ia bekerja di Baidu Silicon Valley AI Lab dan menjadi peneliti senior di Google DeepMind, London.
Managing Director Endeavor Indonesia Monika Rudijono menilai perjalanan Dani menunjukkan bahwa talenta Indonesia memiliki peluang untuk berperan sebagai pengembang teknologi, bukan sekadar pengguna.
“Indonesia tidak kekurangan talenta AI kelas dunia. Yang selama ini kurang adalah jalur bagi talenta itu untuk membangun perusahaan global dan tetap terhubung ke ekosistem asalnya,” kata Monika.
Pencapaian tersebut sejalan dengan arah pengembangan industri digital nasional. Pada 6 Oktober 2026, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyatakan Indonesia perlu bertransformasi dari pasar digital menjadi pusat produksi, inovasi, dan investasi teknologi di Asia Tenggara. Pemerintah juga menyiapkan peta jalan AI nasional 2026–2029 untuk memperkuat riset, pengembangan talenta, dan penerapan AI yang bertanggung jawab.
Kiprah Dani dan Reka AI memperlihatkan peluang bagi talenta Indonesia untuk berkontribusi dalam persaingan teknologi global. Tantangan berikutnya adalah memperkuat ekosistem riset, pendanaan, dan sumber daya manusia agar semakin banyak inovasi dari Indonesia mampu tumbuh menjadi perusahaan berdaya saing internasional.
(Devona R/Sumber: Endeavor Indonesia)
Jika berita kami bermanfaat, dukung keberlanjutan jurnalisme independen melalui donasi sukarela.
Dukung lewat SaweriaMau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID