Shin Tae-yong Ungkap Kunci Sepak Bola Indonesia Bisa Maju dan Siapkan Peluang ke Korea Selatan
Mantan pelatih tim nasional (timnas) Indonesia, Shin Tae-yong yang kini melatih Persija Jakarta,, menilai kemajuan sepak bola nasional harus dimulai dari pembinaan pemain sejak usia dini. (Foto: PSSI)
GEBRAK.ID, BEKASI — Mantan pelatih tim nasional (timnas) Indonesia, Shin Tae-yong, menilai kemajuan sepak bola nasional harus dimulai dari pembinaan pemain sejak usia dini. Menurutnya, Indonesia memiliki banyak talenta berbakat, tetapi potensi tersebut membutuhkan sistem yang terarah dan pelatih berkualitas agar berkembang secara maksimal.
Shin menyampaikan pandangan itu saat menghadiri pembukaan Blispi Youth Cup V 2026 yang memperebutkan Piala Ketua DPD RI di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (25/10/2026).
“Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan sepak bola. Namun, potensi tersebut perlu ditopang sistem pembinaan yang baik dan peningkatan kualitas pelatih usia dini,” kata Shin.
Pelatih asal Korea Selatan tersebut menilai turnamen kelompok umur bukan sekadar ajang untuk mengejar kemenangan. Kompetisi yang berlangsung secara konsisten dapat membantu pemain muda memperoleh pengalaman bertanding sekaligus membuka jalan menuju jenjang sepak bola yang lebih tinggi.
“Saya melihat potensi yang sangat besar. Indonesia tidak pernah kekurangan bakat. Jika sistem seperti ini dapat dibentuk dengan baik, saya memiliki keyakinan bahwa sepak bola Indonesia dapat berkembang pesat,” ujarnya.
Baca Juga
Shin juga menyoroti peran mantan pemain nasional dalam membangun fondasi sepak bola Indonesia. Pengalaman para legenda, menurutnya, dapat menjadi bekal penting bagi generasi muda jika mereka terlibat langsung dalam proses pendampingan dan pelatihan.
“Kita bisa lihat di sini hari ini ada banyak legenda sepak bola Indonesia yang hadir. Jika para legenda sepak bola ini bisa banyak mendidik dan membina para pemain muda, sebenarnya fondasi kita akan menjadi lebih kokoh,” kata Shin.
Shin turut mengapresiasi dukungan Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin terhadap pembinaan pemain usia dini. Keduanya telah berdiskusi mengenai pentingnya kompetisi yang mampu menjaring talenta dari berbagai daerah.
Salah satu peluang yang disiapkan melalui turnamen ini ialah pembinaan lanjutan di Korea Selatan. Sebanyak 18 pemain terbaik direncanakan mendapat kesempatan berlatih di negara tersebut dengan melibatkan Shin Tae-yong dan Simon Tahamata.
Blispi Youth Cup V 2026 berlangsung pada 25–28 Oktober 2026. Turnamen yang digagas Badan Liga Sepak Bola Pelajar Indonesia (Blispi) itu diikuti 2.150 pesepak bola muda dari 74 tim yang bertanding dalam empat kelompok usia, yakni U-10, U-12, U-14, dan U-16.
Ketua Umum Blispi, Subagja Suihan, menyebut kompetisi ini menjadi wadah untuk menjaring pemain potensial dari berbagai wilayah Indonesia. Sejumlah pemain nasional, termasuk Egy Maulana Vikri, pernah mengikuti pembinaan melalui kompetisi Blispi.
Dukungan terhadap pembinaan berjenjang diharapkan tidak berhenti pada turnamen. Konsistensi kompetisi, kualitas pelatih, pendampingan, serta kesempatan berlatih menjadi faktor penting agar bakat pemain muda dapat berkembang menjadi kekuatan sepak bola Indonesia.
(Damar Pratama/Sumber: Antara)
Jika berita kami bermanfaat, dukung keberlanjutan jurnalisme independen melalui donasi sukarela.
Dukung lewat SaweriaMau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID