Sebanyak 5.777 guru dari 177 kabupaten/kota di 34 provinsi mengikuti tahap pertama program ini. Pelatihan dijadwalkan berlangsung selama enam bulan dan ditargetkan rampung pada Agustus hingga September 2026.
Direktur Guru Pendidikan Dasar Ditjen Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (GTKPG) Kemendikdasmen, Rachmadi Widdiharto, mengatakan program ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi juga ruang tumbuh bagi guru sebagai pembelajar sepanjang hayat.
“Kami memahami bahwa bagi sebagian guru, mengajar Bahasa Inggris mungkin terasa sebagai tantangan baru. Namun saya ingin mengajak Bapak/Ibu melihatnya bukan sebagai beban tambahan, melainkan kesempatan untuk berkembang bersama murid-murid kita,” ujar Rachmadi dalam keterangannya di Jakarta, Senin (9/3/2026).
Fokus pada Kemahiran Bahasa dan Pedagogi
Program PKGSD-MBI dirancang untuk memperkuat dua aspek utama, yakni peningkatan kemahiran berbahasa Inggris serta penguasaan pedagogi dalam pembelajaran di tingkat SD. Pendekatannya dibuat sederhana dan menyenangkan, agar peserta merasa nyaman sekaligus mampu langsung menerapkan materi di kelas.
Menurut Rachmadi, penguatan Bahasa Inggris di SD merupakan bagian dari upaya membekali murid dengan kompetensi dasar yang relevan dengan perkembangan global.
“Ketika guru terus belajar dan meningkatkan kapasitasnya, ruang kelas akan menjadi ruang belajar yang hidup bagi murid,” kata Rachmadi.
Rachmadi juga mendorong peserta pelatihan untuk menularkan praktik baik kepada rekan sejawat melalui Kelompok Kerja Guru (KKG) maupun forum profesional lainnya.
“Manfaat pelatihan ini tidak boleh berhenti pada peserta yang hadir. Kami berharap para guru berbagi praktik baik agar dampaknya menjangkau lebih banyak murid di seluruh Indonesia,” jelas Rachmadi.
Akses Pelatihan Lebih Luas Lewat LMS dan Rumah Pendidikan
Untuk memastikan pemerataan akses, Kemendikdasmen juga membuka kesempatan bagi guru SD yang belum mengikuti pelatihan tatap muka agar dapat belajar secara mandiri. Materi tersedia melalui Learning Management System (LMS) serta fitur Pembelajaran Mandiri di platform Rumah Pendidikan.
Pelaksanaan program ini melibatkan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) serta Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) di berbagai daerah.
Perwakilan BGTK Papua, Eka Setianingsuci, menyebut antusiasme guru di wilayahnya cukup tinggi. Pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas pendidikan dan sekolah dalam proses penjaringan peserta.
“Guru-guru di Papua melihat pelatihan ini sebagai kesempatan penting untuk meningkatkan kompetensi mengajar Bahasa Inggris di SD,” ungkap Eka.
Guru Makin Percaya Diri Mengajar
Respons positif juga datang dari peserta. Salma Abu Bakar Supu, guru asal Gorontalo, mengaku pelatihan ini memberinya kepercayaan diri lebih dalam mengajar.
“Materinya mudah dipahami dan disampaikan dengan cara menyenangkan. Kami jadi lebih percaya diri mengajarkan Bahasa Inggris yang menarik dan mudah dipahami murid,” ujar Salma.
Melalui program PKGSD-MBI, Kemendikdasmen berharap semakin banyak guru SD memiliki kompetensi dan kesiapan dalam mengajarkan Bahasa Inggris. Dengan persiapan matang, implementasi Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib pada 2027/2028 diharapkan berjalan optimal serta mendukung penguatan literasi dasar murid sejak dini.
(BKHM Setjen Kemendikdasmen)

Posting Komentar untuk "Kemendikdasmen Siapkan 5.777 Guru SD Lewat Program PKGSD-MBI, Pelajaran Bahasa Inggris Wajib Mulai 2027/2028"