Prosesi tersebut digelar di UPTD TK Negeri Mujahidin, UPTD SMP Negeri 2 Peudada, serta SMK Kesehatan Muhammadiyah sebagai simbol dimulainya pembangunan kembali fasilitas pendidikan yang terdampak bencana, khususnya banjir.
“Hari ini kita melakukan peletakan batu pertama pembangunan di TK Negeri Muhajidin yang mendapatkan bantuan revitalisasi tahun 2026. Alhamdulillah sebagian sudah kita tetapkan dan sudah bisa dimulai pembangunannya,” ujar Mendikdasmen Mu’ti di Bireuen.
Rp167,4 Miliar untuk 116 Sekolah
Dalam program revitalisasi tahun ini, tercatat 116 sekolah terdampak bencana di Kabupaten Bireuen telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS). Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp167,4 miliar.
Dari jumlah tersebut:
* 86 sekolah akan dikerjakan secara swakelola oleh pihak sekolah.
* 30 sekolah lainnya akan dibangun melalui dukungan TNI Angkatan Darat (TNI AD).
Skema ini diharapkan mampu mempercepat proses pembangunan sekaligus memastikan kualitas pekerjaan tetap terjaga.
Bantuan Disesuaikan Kebutuhan Sekolah
Menurut Mendikdasmen, bantuan revitalisasi tidak diberikan secara seragam. Setiap sekolah menerima dukungan berdasarkan kebutuhan riil di lapangan.
“Bervariasi sesuai kebutuhan masing-masing sekolah. Ada ruang kelas baru, perpustakaan, laboratorium, toilet, ruang administrasi, hingga sarana prasarana lainnya,” jelas Mendikdasmen.
Mendikdasmen berharap program ini menjadi titik balik kebangkitan pendidikan di Aceh, terutama bagi masyarakat yang terdampak musibah.
“Mudah-mudahan dengan revitalisasi ini, kegiatan pembelajaran dapat berlangsung lebih baik lagi dan masyarakat yang terdampak banjir bisa bangkit dengan sarana pendidikan yang lebih layak,” kata Mendikdasmen.
Kondisi Sekolah Sebelum Revitalisasi
Kepala UPTD TK Negeri Mujahidin, Mursyidah, mengungkapkan kondisi sekolahnya sudah memprihatinkan bahkan sebelum banjir melanda. Setelah bencana, kerusakan semakin parah dan ruang kelas masuk kategori rusak berat.
Dengan jumlah siswa sekitar 120 anak, pihak sekolah terpaksa menempatkan sekitar 30 anak dalam satu ruang belajar.
Melalui program revitalisasi ini, TK Negeri Mujahidin menerima bantuan sebesar Rp1,032 miliar untuk:
* Rehabilitasi tiga ruang belajar
* Rehabilitasi ruang administrasi
* Pembangunan satu ruang kelas baru
* Penataan lingkungan sekolah
* Perbaikan sanitasi
“Alhamdulillah kami sangat bersyukur mendapat bantuan ini. Ini sudah lama kami tunggu-tunggu,” kata Mursyidah.
SMP Negeri 2 Peudada Dapat Rp3,4 Miliar
Hal serupa disampaikan Kepala SMP Negeri 2 Peudada, Salawati. Sekolahnya menerima bantuan Rp3,4 miliar yang akan digunakan untuk:
* Pembangunan ruang administrasi
* Rehabilitasi sembilan ruang belajar
* Pembangunan dua unit toilet
* Rehabilitasi perpustakaan
* Pembangunan ruang UKS baru
Salah satu siswa kelas IX, Heira Umira, menceritakan pengalaman belajar di ruang kelas yang sering bocor dan tergenang air saat hujan.
“Kalau hujan turun, kami kadang harus pindah ke musala karena kelas kebanjiran. Harapannya nanti bisa belajar lebih nyaman dan tidak takut bocor lagi,” ujar Heira.
Rincian Program Revitalisasi Sekolah Bireuen 2026
| Kategori | Jumlah/Nilai |
| ---------------------------- | -------------- |
| Total Sekolah Direvitalisasi | 116 sekolah |
| Total Anggaran | Rp167,4 miliar |
| Swakelola Sekolah | 86 sekolah |
| Dikerjakan TNI AD | 30 sekolah |
| Bantuan TK Negeri Mujahidin | Rp1,032 miliar |
| Bantuan SMPN 2 Peudada | Rp3,4 miliar |
Komitmen Pemerintah Pulihkan Pendidikan Aceh
Program revitalisasi ini menjadi bagian dari agenda besar pemerintah dalam memperkuat infrastruktur pendidikan pascabencana. Data dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia menunjukkan bahwa percepatan rehabilitasi sekolah menjadi prioritas nasional pada 2026, khususnya di wilayah rawan bencana.
Dengan dimulainya pembangunan di Bireuen, harapan baru pun tumbuh bagi ribuan siswa agar dapat belajar dalam lingkungan yang lebih aman dan nyaman.
(BKHM Setjen Kemendikdasmen)

Posting Komentar untuk "Revitalisasi 116 Sekolah Terdampak Bencana di Bireuen Dimulai, Mendikdasmen: “Mudah-mudahan Pembelajaran Lebih Baik”"