114 Tahun Titanic Tenggelam, Jaket Pelampung Penyintas Laku Rp15,5 Miliar di Lelang Langka

Sebuah jaket pelampung milik penyintas kapal Titanic. (Foto: Henry Aldridge & Son Ltd) 
Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID; JAKARTA — Artefak langka dari tragedi kapal legendaris Tenggelamnya RMS Titanic 1912 kembali mencuri perhatian dunia. Sebuah jaket pelampung milik penyintas kapal tersebut terjual dengan harga fantastis mencapai Rp15,5 miliar dalam sebuah lelang internasional yang digelar pada April 2026.

Lelang tersebut diselenggarakan oleh rumah lelang Henry Aldridge & Son pada 18 April 2026, bertepatan dengan peringatan 114 tahun tragedi Titanic yang terjadi pada 14–15 April 1912. 

Jaket pelampung tersebut diketahui milik Laura Mabel Francatelli, penumpang kelas satu yang berhasil selamat dari tragedi maut tersebut. Benda bersejarah itu awalnya diperkirakan terjual di kisaran Rp7,5 miliar, namun melonjak jauh akibat tingginya minat kolektor global. 

Juru lelang Andrew Aldridge menegaskan kelangkaan artefak tersebut menjadi faktor utama tingginya harga jual.

“Hanya ada sedikit jaket pelampung penyintas yang masih eksis saat ini,” ujar Aldridge. 

Artefak Langka, Nilai Sejarah Tinggi

Jaket pelampung ini bukan sekadar benda keselamatan biasa. Terbuat dari kanvas dan gabus, artefak tersebut memiliki nilai historis tinggi karena digunakan langsung saat proses evakuasi penumpang Titanic. Bahkan, jaket ini juga memuat tanda tangan Francatelli dan sejumlah penyintas lainnya. 

Francatelli sendiri selamat dengan menaiki Sekoci No. 1, yang dalam catatan sejarah sempat menjadi kontroversi karena hanya mengangkut 12 orang dari kapasitas 40 penumpang. 

Lelang Bertepatan Peringatan Titanic

Momentum lelang yang berdekatan dengan peringatan tragedi Titanic turut mendorong lonjakan harga. Kapal mewah tersebut tenggelam setelah menabrak gunung es di Samudra Atlantik Utara dan menewaskan lebih dari 1.500 orang, menjadikannya salah satu tragedi maritim paling terkenal dalam sejarah dunia. 

Selain jaket pelampung, sejumlah artefak lain seperti bantalan kursi kapal juga dilelang dalam kesempatan yang sama, menunjukkan bahwa minat terhadap memorabilia Titanic masih sangat tinggi hingga kini. 

Akan Dipamerkan ke Publik

Barang bersejarah tersebut dikabarkan dibeli oleh pihak museum dan akan dipamerkan kepada publik sebagai bagian dari edukasi sejarah. Langkah ini diharapkan dapat menjaga ingatan kolektif dunia terhadap tragedi Titanic. 

Peristiwa ini menegaskan bahwa, lebih dari satu abad berlalu, kisah Titanic tetap memiliki daya tarik kuat—bukan hanya sebagai tragedi, tetapi juga sebagai warisan sejarah yang bernilai tinggi di mata dunia.

(Berbagai Sumber) 

Posting Komentar untuk "114 Tahun Titanic Tenggelam, Jaket Pelampung Penyintas Laku Rp15,5 Miliar di Lelang Langka"