![]() |
| Iran resmi menerima gencatan senjata selama dua minggu, mengabulkan permintaan Amerika Serikat (AS) yang sebelumnya mengancam serangan besar-besaran. (Foto: Pixabay/Freepik) |
GEBRAK.ID; JAKARTA – Konflik Timur Tengah yang memanas sejak akhir Maret 2026 menunjukkan titik terang. Iran resmi menerima gencatan senjata selama dua minggu, mengabulkan permintaan Amerika Serikat (AS) yang sebelumnya mengancam serangan besar-besaran.
Kesepakatan bersejarah ini diumumkan setelah mediasi intensif yang difasilitasi oleh Pakistan. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan melalui media sosial X bahwa negaranya akan menghentikan operasi militer dengan syarat tidak diserang. Gencatan senjata "dua arah" ini juga mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz untuk pelayaran aman selama masa perundingan.
Presiden AS Donald Trump pada Selasa (7/4/2026) mengkonfirmasi penangguhan rencana pemboman terhadap Iran, mengakui proposal 10 poin dari Teheran sebagai "dasar yang dapat dinegosiasikan" untuk perdamaian jangka panjang. "Kami telah mencapai hampir semua poin yang disengketakan," ujar Trump di Truth Social.
Mediator kunci, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, memainkan peran vital dengan memohon perpanjangan tenggat waktu untuk memberi ruang diplomasi. Israel juga dilaporkan setuju untuk menghentikan kampanye pengebomannya selama proses negosiasi berlangsung.
Para pengamat melihat ini sebagai langkah mundur strategis Trump dari ambang perang, yang sebelumnya mengancam akan "memusnahkan seluruh peradaban" Iran. Kesepakatan dua minggu ke depan akan dimanfaatkan untuk merumuskan perjanjian permanen, yang diharapkan mencakup pencabutan sanksi dan jaminan keamanan bagi Iran.
(Sumber: ANI News, Deutsche Welle, India Today)

Posting Komentar untuk "Iran Akhirnya Terima Gencatan Senjata, Kabulkan Permintaan AS Setelah Diplomasi Alot"