GEBRAK.ID; JAKARTA -- Pelaksanaan hari pertama Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD/MI/sederajat di seluruh Indonesia berlangsung lancar dan tertib. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat sebanyak 1.607.830 peserta telah mengikuti asesmen tersebut pada hari pertama pelaksanaan.
Tes yang digelar serentak pada Senin (21/4/2026) itu berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 15.30 WIB dan dibagi dalam beberapa sesi, menyesuaikan kondisi wilayah di Indonesia.
Lebih dari 1,6 Juta Siswa Ikuti TKA Hari Pertama
Berdasarkan data sementara, sesi pertama TKA diikuti oleh 701.137 peserta. Kemudian sesi kedua mencatat 632.505 peserta, sesi ketiga 233.848 peserta, dan sesi keempat 40.340 peserta.
Sementara itu, wilayah Indonesia bagian timur melaksanakan TKA dalam tiga sesi yang disesuaikan dengan kondisi geografis dan waktu setempat. Hal ini menunjukkan pelaksanaan TKA berjalan fleksibel namun tetap seragam secara nasional.
Kemendikdasmen: Fokus tak Lagi Sekadar Pelaksanaan
Pemerintah menegaskan bahwa TKA tidak hanya dilihat dari sisi teknis pelaksanaan semata, tetapi juga dari bagaimana hasilnya dapat dimanfaatkan secara optimal untuk peningkatan kualitas pendidikan nasional.
Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menekankan pentingnya pergeseran fokus dari sekadar pelaksanaan menuju pemanfaatan data hasil asesmen.
“Selama ini kita cenderung berfokus pada bagaimana TKA dilaksanakan di daerah-daerah. Ke depan, yang tidak kalah penting adalah bagaimana hasilnya benar-benar dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan berbasis data,” ujar Toni.
Toni menambahkan bahwa hasil TKA harus menjadi acuan dalam memperbaiki proses pembelajaran, menyusun kebijakan pendidikan, hingga menentukan intervensi yang lebih tepat sasaran.
TKA Jadi Dasar Perbaikan Pembelajaran
Kemendikdasmen berharap hasil TKA dapat digunakan secara luas oleh satuan pendidikan, pemerintah daerah, hingga pemerintah pusat untuk memperkuat kualitas pembelajaran di kelas.
Data hasil asesmen tersebut dapat diakses melalui laman resmi tka.kemendikdasmen.go.id/hasiltka, yang disediakan sebagai basis pengambilan keputusan berbasis data.
“Data dari TKA harus menjadi rujukan dalam memperbaiki pembelajaran dan memastikan setiap kebijakan pendidikan lebih tepat sasaran,” tegas Toni.
Menurut Toni, pemanfaatan data secara optimal akan menjadikan TKA bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bagian dari sistem evaluasi pendidikan yang berkelanjutan.
Dorong Transformasi Pendidikan Berbasis Data
Lebih lanjut, Toni menjelaskan bahwa TKA dirancang untuk menjadi bagian dari ekosistem peningkatan mutu pendidikan nasional yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan peserta didik.
“Kami ingin memastikan TKA tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan. Ketika hasilnya dimanfaatkan secara optimal oleh sekolah dan pemerintah daerah, maka dampaknya akan langsung dirasakan oleh peserta didik,” ujar Toni.
Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berharap setiap kebijakan pendidikan ke depan dapat berbasis data yang lebih akurat, sehingga intervensi yang dilakukan benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.
Sinergi Pusat dan Daerah Jadi Kunci
Kemendikdasmen juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan satuan pendidikan dalam memanfaatkan hasil TKA.
Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat peningkatan mutu pendidikan secara merata di seluruh wilayah Indonesia, sekaligus memastikan tidak ada peserta didik yang tertinggal dalam proses pembelajaran.
(BKHM Setjen Kemendikdasmen)

Posting Komentar untuk "Hari Pertama TKA SD Nasional Lancar, Kemendikdasmen Tekankan Pemanfaatan Hasil untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan"