Usai Hilang 100 Tahun Katak Pelangi Kalimantan Muncul Lagi, Ini Fakta dan Keunikannya

Katak pelangi. (Foto: Dok. BKSDA)
Editor: Devona R

GEBRAK.ID; JAKARTA --Kalimantan kembali mencuri perhatian dunia konservasi setelah salah satu spesies langkanya, Katak Pelangi Kalimantan (Ansonia latidisca), ditemukan kembali usai menghilang lebih dari satu abad. Temuan pada awal 2026 ini menjadi kabar baik di tengah kekhawatiran hilangnya keanekaragaman hayati di Pulau Borneo.

Spesies ini sebelumnya sempat masuk daftar “lost species” atau spesies hilang, yakni kelompok satwa yang tidak tercatat keberadaannya dalam waktu sangat lama meski telah dilakukan pencarian intensif.
Hilang Lebih dari Satu Abad

Katak Pelangi Kalimantan pertama kali ditemukan pada 1893 oleh ahli botani asal Jerman, Johann Gottfried Hallier, di kawasan hulu Sungai Sambas, Kalimantan Barat. Namun setelah laporan terakhir pada 1924, keberadaan spesies ini tidak pernah lagi terkonfirmasi di alam liar.

Selama lebih dari 100 tahun, katak ini dianggap kemungkinan besar telah punah. Bahkan, Conservation International memasukkannya dalam daftar “Top 10 Most Wanted Lost Frogs”, yaitu daftar amfibi yang paling dicari di dunia.

Dalam dunia konservasi, status “punah” sendiri merujuk pada standar International Union for Conservation of Nature (IUCN), yakni ketika suatu spesies tidak ditemukan lagi meski telah dilakukan survei menyeluruh di habitat alaminya.

Ditemukan Kembali di Dua Negara

Harapan muncul pada 2011 ketika tim peneliti dari Universiti Malaysia Sarawak yang dipimpin oleh Indraneil Das berhasil menemukan kembali tiga individu Katak Pelangi di Pegunungan Penrissen, Sarawak, Malaysia.

Penemuan itu menjadi bukti bahwa spesies ini belum punah, meski populasinya sangat terbatas.
Kabar lebih menggembirakan datang dari Indonesia. Pada 17 Agustus 2022, tim gabungan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan peneliti lokal menemukan kembali katak ini di kawasan Cagar Alam Gunung Nyiut, Kalimantan Barat.

Penemuan tersebut dilakukan oleh peneliti muda, Randi Agusti. Menariknya, spesies ini sempat tidak dikenali saat pertama ditemukan dan baru teridentifikasi setelah dilakukan analisis lanjutan pasca ekspedisi.

Warna Unik Seperti Pelangi

Katak Pelangi Kalimantan memiliki ciri fisik yang sangat mencolok. Ukurannya kecil, sekitar 3 hingga 5 sentimeter, dengan tubuh ramping dan kaki panjang yang memudahkannya bergerak di lingkungan hutan pegunungan yang lembap.

Keunikan utamanya terletak pada warna kulit. Tubuhnya dihiasi kombinasi warna cerah seperti hijau, ungu, hingga merah bata, lengkap dengan bintil-bintil menyerupai kutil. Warna tersebut berfungsi sebagai kamuflase alami di antara lumut, dedaunan, dan bebatuan basah di habitatnya.

Penting bagi Konservasi

Kembalinya Katak Pelangi Kalimantan menjadi pengingat penting bahwa masih banyak spesies yang belum sepenuhnya hilang, tetapi membutuhkan perlindungan serius. Habitat hutan tropis Kalimantan yang terus terancam deforestasi menjadi tantangan utama bagi kelangsungan hidup spesies ini.

Penemuan ini juga membuka peluang penelitian lebih lanjut untuk memahami populasi, perilaku, serta langkah konservasi yang tepat agar spesies langka ini tidak benar-benar punah di masa depan.

Dengan statusnya yang sempat “menghilang”, Katak Pelangi Kalimantan kini menjadi simbol harapan bagi upaya pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.

(Berbagai Sumber) 

Posting Komentar untuk "Usai Hilang 100 Tahun Katak Pelangi Kalimantan Muncul Lagi, Ini Fakta dan Keunikannya"