GEBRAK.ID YOGYAKARTA — Menteri Kebudayaan (Menbud) RI Fadli Zon menegaskan komitmen percepatan restorasi dua situs bersejarah di Yogyakarta: Candi Sewu dan Keraton Ratu Boko. Kunjungan kerja pada Sabtu, 17 April 2026, itu menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah ingin menjadikan warisan abad ke-8 ini sebagai motor penggerak pariwisata budaya nasional.
Candi Sewu: Potensi Raksasa yang Belum Tergarap Maksimal
Candi Sewu bukan situs biasa. Tercatat dalam Prasasti Manjusrigrha tahun 792 M, kompleks ini memiliki satu candi induk, delapan candi apit, dan 240 candi perwara. Namun, sebagian struktur masih memerlukan pemugaran lanjutan agar tampil utuh.
“Strategi diperlukan secara proaktif mencari dukungan dari pemerintah pusat, daerah, maupun swasta untuk mendanai pemugaran lebih lanjut,” ujar Fadli Zon dalam keterangan resmi Kementerian Kebudayaan, Minggu (18/4/2026).
Menurut Fadli Zon, restorasi bukan sekadar menjaga batu-batu kuno tetap berdiri. Lebih dari itu, ini adalah investasi budaya yang berdampak langsung pada ekonomi lokal dan citra Indonesia di mata dunia.
Restorasi = Investasi Ekonomi dan Identitas Bangsa
Fadli Zon menekankan bahwa penguatan situs bersejarah harus dilihat sebagai strategi jangka panjang. Jika Candi Sewu direvitalisasi secara menyeluruh, kawasan ini berpotensi menjadi destinasi unggulan wisata sejarah dan religi, melengkapi ekosistem pariwisata Yogyakarta yang sudah mendunia.
Percepatan restorasi juga diharapkan mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect), mulai dari peningkatan kunjungan wisatawan hingga tumbuhnya UMKM berbasis budaya di sekitar kawasan.
Ratu Boko: Sensasi “Time Travel” ke Masa Hindu–Buddha
Kunjungan dilanjutkan ke Keraton Ratu Boko, situs cagar budaya nasional seluas sekitar 16 hektare di Sleman. Dengan gerbang monumental, petirtaan kuno, hingga struktur pendopo–pringgitan, Ratu Boko menyuguhkan lanskap autentik peninggalan abad ke-8.
“Kita berharap semakin banyak masyarakat yang berkunjung. Di sini kita bisa menikmati semacam perjalanan ‘time travel’ ke masa lalu melalui peninggalan nenek moyang yang luar biasa,” ujar Fadli Zon.
Panorama matahari terbenam di Ratu Boko selama ini dikenal sebagai salah satu yang terbaik di Yogyakarta. Dengan penguatan pengelolaan dan promosi, situs ini diproyeksikan menjadi ikon wisata budaya yang semakin kompetitif di tingkat global.
Strategi Nasional Berbasis Warisan Budaya
Kementerian Kebudayaan menegaskan, pelestarian dan pemanfaatan cagar budaya merupakan bagian dari strategi pembangunan kebudayaan nasional berkelanjutan. Kolaborasi lintas sektor disebut menjadi kunci, agar situs bersejarah tidak hanya lestari, tetapi juga produktif secara ekonomi.
Langkah percepatan restorasi ini menjadi pesan jelas: warisan budaya Indonesia bukan sekadar masa lalu, melainkan fondasi masa depan.
(Biro Humas Kementerian Kebudayaan RI)

Posting Komentar untuk "Restorasi Candi Sewu dan Ratu Boko Dipercepat, Warisan Abad Ke-8 Disiapkan Jadi Magnet Wisata Dunia"