Editor: Damar Pratama
Peluncuran awal Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV yang akan berlangsung di Aceh pada Juni 2026 mendatang. (Foto: Humas Kemendikdasmen)
GEBRAK.ID; JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) terus memperkuat ekosistem sastra nasional sebagai bagian penting dari identitas budaya Indonesia. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menggelar peluncuran awal Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV yang akan berlangsung di Aceh pada Juni 2026 mendatang.
Kegiatan yang digelar bersama Pemerintah Daerah Aceh itu menjadi ruang kolaborasi bagi para penyair, sastrawan, akademisi, hingga komunitas budaya dari Indonesia dan negara serumpun untuk memperkuat jejaring serta pertukaran gagasan sastra di tingkat nasional maupun internasional.
Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, mengatakan sastra memiliki posisi penting dalam membangun karakter bangsa sekaligus menjadi medium penyampaian kritik sosial, gagasan, dan harapan masyarakat.
“Kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci dalam memperkuat ekosistem sastra Indonesia. Bahasa dan sastra merupakan satu kesatuan. Melalui bahasa kita menyampaikan makna secara cerdas, sementara sastra mengolahnya menjadi karya kreatif yang hidup di tengah masyarakat,” ujar Hafidz Muksin dalam gelar wicara di Gedung M. Tabrani Badan Bahasa, Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Menurut Hafidz, forum seperti PPN menjadi ruang penting untuk menjaga semangat berkarya para penyair sekaligus memperkuat posisi sastra di tengah perkembangan zaman yang semakin digital dan cepat berubah.
PPN XIV nantinya akan mempertemukan penyair dari berbagai daerah di Indonesia serta sejumlah negara sahabat. Forum ini diharapkan menjadi wadah apresiasi sastra sekaligus memperluas diplomasi budaya Indonesia melalui karya-karya puisi dan literasi.
Kemendikdasmen juga menegaskan komitmennya dalam mendukung perkembangan sastra nasional. Sejak 2023, Badan Bahasa telah menjalankan berbagai program penguatan sastra, mulai dari penghargaan sastra Kemendikdasmen, bantuan pemerintah bagi komunitas sastra daerah, hingga program residensi sastrawan di dalam dan luar negeri.
Tak hanya itu, Badan Bahasa juga menerbitkan majalah sastra LIRIS yang menjadi ruang kreativitas bagi murid, guru, dan komunitas sastra untuk mempublikasikan karya cerpen maupun puisi setiap bulan.
Dukungan terhadap PPN XIV juga datang dari Pemerintah Aceh. Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, menyebut Aceh memiliki sejarah panjang dalam perkembangan sastra dan budaya di Indonesia.
“Aceh adalah gudang sastrawan dan budayawan. Aceh Tengah juga dikenal sebagai lumbung penyair dan pemikir yang memiliki kekayaan budaya luar biasa,” kata Muchsin.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Syahrul, mengungkapkan minat masyarakat Aceh terhadap literasi dan sastra terus meningkat. Tingginya kunjungan ke perpustakaan menjadi salah satu indikator tumbuhnya budaya baca dan apresiasi sastra di daerah tersebut.
Ketua Mandataris PPN, Ahmadun Yossi Herfanda, menilai Pertemuan Penyair Nusantara bukan sekadar agenda sastra, melainkan ruang persaudaraan budaya untuk memperkuat bahasa Indonesia dan memperluas peran sastra dalam menciptakan perdamaian.
Penyair Bara Pattyradja menambahkan bahwa puisi saat ini menjadi salah satu benteng terakhir nurani di tengah kehidupan modern yang semakin materialistis. “Puisi harus mampu berelaborasi dengan media dan teknologi baru agar tetap relevan dan dekat dengan generasi muda,” ujarnya menandaskan.
(Sumber: Kemendikdasmen)
Posting Komentar untuk "Pertemuan Penyair Nusantara XIV Digelar di Aceh, Kemendikdasmen Perkuat Sastra sebagai Identitas Bangsa"