Saham GOTO Anjlok ke Level ARB, Antrean Jual Mencapai Jutaan Lot

Ilustrasi saham Goto anjlok. (Foto: Gebrak.id/ AI) 

Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID; JAKARTA---Harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali mengalami tekanan berat dan menyentuh level Auto Rejection Bawah (ARB) pada perdagangan hari ini, Senin (4/5/2026). Antrean jual (sell) yang sangat besar, mencapai jutaan lot, turut membebani pergerakan saham emiten teknologi tersebut.

Pantauan di pasar modal, aksi jual massal terjadi sejak pembukaan bursa. Para investor tampak berlomba meninggalkan saham GOTO, yang sahamnya kini berada dalam zona merah paling dalam. Kondisi ini menunjukkan kekhawatiran pasar terhadap prospek perusahaan ke depan.

Sementara itu, di tengah gejolak harga saham, manajemen GoTo buka suara. Perusahaan menegaskan komitmennya untuk mematuhi aturan pemerintah yang baru saja diterbitkan. Hal ini terkait dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online yang diteken oleh Presiden Prabowo Subianto.

"GoTo senantiasa mematuhi peraturan pemerintah, termasuk arahan yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto terkait perlindungan pekerja transportasi online yang dituangkan dalam Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026," ujar Hans, perwakilan GoTo, dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, pada Jumat (1/4/2026) lalu.

Meski begitu, perusahaan mengakui masih perlu melakukan pengkajian secara mendalam terhadap aturan baru tersebut. Kajian ini penting untuk memahami detail aturan serta berbagai penyesuaian yang perlu dilakukan oleh perusahaan ke depannya.

"Saat ini kami akan melakukan pengkajian untuk memahami detail, implikasi dan penyesuaian yang diperlukan sesuai dengan peraturan tersebut," lanjut Hans dalam kesempatan yang sama.

Hans menambahkan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan terkait aturan di bidang transportasi online. Koordinasi ini dinilai krusial agar perusahaan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat luas.

"Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dan semua pemangku kepentingan terkait sehingga GoTo/Gojek dapat terus memberi manfaat berkelanjutan kepada seluruh masyarakat terutama mitra driver dan pelanggan Gojek," kata dia.

Aturan yang menjadi perhatian ini sebelumnya disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam perayaan Hari Buruh Internasional 2026 di Monas, Jakarta, pada Jumat (1/5/2026). Dalam pidatonya, Presiden Prabowo mengumumkan penurunan potongan tarif yang diterima mitra driver ojol.

"Tadi pembagian pendapatan dari 80 persen untuk pengemudi, sekarang menjadi minimal 92 persen untuk pengemudi," ujar Presiden Prabowo Subianto pada kesempatan tersebut.

Kepala Negara juga memerintahkan adanya jaring pengaman sosial yang lebih baik bagi para pengemudi ojek online. "Harus diberi jaminan kecelakaan kerja, akan diberi akan diberikan BPJS Kesehatan, asuransi kesehatan," tutur Prabowo.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) dan manajemen GoTo belum memberikan keterangan resmi terkait langkah strategis untuk meredam tekanan jual yang sangat besar ini. Investor disarankan untuk terus memantau perkembangan dan mencermati setiap informasi resmi dari emiten.

(berbagai sumber) 

Posting Komentar untuk "Saham GOTO Anjlok ke Level ARB, Antrean Jual Mencapai Jutaan Lot"