![]() |
| UIN Jambi. ( Foto: UIN Jambi) |
Editor: Dinar Kencana
GEBRAK.ID; JAMBI – Video penggerebekan seorang oknum dosen yang menjabat sebagai wakil dekan di UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi viral di media sosial dan memicu sorotan publik. Peristiwa tersebut terjadi di sebuah kamar kos di kawasan Telanaipura, Kota Jambi, pada Jumat (1/5/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari laporan media, oknum dosen berinisial DK digerebek langsung oleh istri sahnya saat berada di dalam kamar bersama seorang perempuan muda yang diduga merupakan mahasiswi. Penggerebekan dilakukan setelah sang istri mencurigai perubahan perilaku suaminya dan membuntuti hingga ke lokasi kejadian.
Dalam rekaman video yang beredar, suasana di lokasi terlihat tegang dengan kehadiran warga yang ikut menyaksikan kejadian tersebut. Penggerebekan turut disaksikan aparat setempat, termasuk Ketua RT, lurah, hingga pihak kepolisian yang hadir untuk mengamankan situasi.
Direktur LBH Makalam Justice Center, Romiyanto, yang merupakan kuasa hukum istri DK, menjelaskan bahwa langkah penggerebekan dilakukan untuk memastikan dugaan yang selama ini dicurigai kliennya.
“Pria ini adalah suami dari klien saya yang saat itu berada dalam kamar kos dengan seorang wanita,” ujar Romiyanto saat dikonfirmasi, Sabtu (2/5/2026).
Rektor: Akan Ditindak Tegas dan Dinonaktifkan Sementara
Menanggapi viralnya kasus tersebut, Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Prof. Kasful Anwar, menyatakan pihak kampus menyesalkan kejadian yang melibatkan salah satu tenaga pengajarnya itu.
“UIN STS Jambi sangat menyayangkan dan menyesalkan terjadinya peristiwa ini. Kami akan melakukan penelusuran lebih mendalam untuk mengambil langkah tindakan tegas,” kata Kasful Anwar dalam keterangan tertulis yang diterima media, Sabtu (2/5/2026).
Ia menegaskan, seluruh sivitas akademika terikat pada kode etik dan aturan disiplin yang berlaku di lingkungan kampus. Karena itu, pihak universitas langsung mengambil langkah awal dengan menonaktifkan sementara yang bersangkutan dari jabatan tambahan sebagai wakil dekan.
“Ini guna menjaga objektivitas pemeriksaan dan kondusivitas akademik di lingkungan kampus,” tegas Kasful Anwar.
Selain itu, kampus juga menghentikan sementara aktivitas mengajar, penelitian, serta keterlibatan yang bersangkutan dalam kegiatan institusi selama proses pemeriksaan berlangsung.
Proses Etik dan Sanksi Menunggu Hasil Pemeriksaan
Rektor menjelaskan, saat ini pihak kampus tengah melakukan pemeriksaan etik untuk memastikan kebenaran peristiwa dan status pelanggaran yang dilakukan. Jika terbukti melanggar aturan, sanksi tegas akan dijatuhkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kasful juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan tidak menyebarkan informasi yang dapat memperkeruh situasi. Ia menegaskan bahwa tindakan personal oknum dosen tersebut tidak mencerminkan nilai dan integritas institusi.
“Atas nama pimpinan, kami meminta maaf apabila ada pihak yang merasa tidak nyaman atas beredarnya informasi ini,” ujarnya.
Viral dan Jadi Sorotan Publik
Kasus ini menjadi perhatian luas setelah video penggerebekan tersebar di media sosial. Selain karena melibatkan tenaga pendidik, posisi DK sebagai pejabat akademik di lingkungan kampus turut menjadi sorotan publik terkait etika dan profesionalisme.
Hingga kini, proses penelusuran internal masih berlangsung. Sementara itu, pihak keluarga melalui kuasa hukumnya menyatakan akan menempuh jalur hukum, termasuk mengajukan gugatan perceraian atas peristiwa tersebut.
(berbagai sumber)

Posting Komentar untuk "Viral Wakil Dekan UIN Jambi Digerebek Istri di Kos, Rektor Buka Suara dan Ambil Langkah Tegas"